Categories: Pekanbaru

Minta Kasus Kematian Gajah Rahman Diusut Tuntas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aliansi Anti Perburuan dan Perdagangan Satwa Lindung (AAPPSL) Riau kembali menggelar aksi Justice for Gajah Rahman di area car free day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, depan Kantor Gubernur Riau, Ahad (10/3).

Dalam aksi kemarin ditampilkan sejumlah banner tentang Gajah Rahman. Pengunjung CFD khususnya anak-anak juga ikut menggambar gajah sebagai bentuk kepedulian terhadap gajah di Riau.

Menurut Fitriani, founder AAPPSL Riau, kegiatan kemarin merupakan aksi keempat yang dilaksanakan untuk terus mengingatkan masyarakat dan penegak hukum terkait kasus yang menimpa Gajah Rahman. Gajah Rahman merupakan gajah latih binaan dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo yang ditemukan mati beberapa waktu lalu dan diduga mati diracun.

Aksi sebelumnya untuk Gajah Rahman ini sudah digelar secara online dengan membuat petisi di change.org. Setelah itu, AAPPSL Riau melakukan audiensi dengan Polda Riau, melakukan diskusi publik, dan berlanjut pada aksi di CFD.

Rencananya, pihaknya bakal kembali menggelar diskusi dengan nara sumber Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Polda Riau untuk mengetahui sejauh mana penanganan kasus kematian Gajah Rahman.

Apalagi dibentuknya komunitas ini agar bisa mengingatkan sejumlah pihak untuk tetap mengawal kasus yang terjadi pada gajah Rahman. Yang di mata masyarakat Riau sendiri, Rahman adalah gajah yang memiliki keistimewaan lantaran dilatih untuk melakukan patroli yang perannya sangat penting. Dari Desember hingga Januari total ada empat gajah yang mati dan kasusnya tidak ada follow up sama sekali.

”Komunitas ini didirikan untuk menjaga agar kasus ini tidak menguap begitu saja, dan kasus-kasus lain bisa dimonitoring,” tambahnya.

Sementara itu, seorang aktivis lainnya, Eko mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan pengingat setelah dua bulan kematian Gajah Rahman di TNTN.

”Perlu ditanyain kembali telah sejauh mana pengusutannya sebagai bagian dari masyarakat yang ingin gajah tetap ada di Riau,” kata Eko.

Ia juga ingin masyarakat mendukung aksi itu agar kematian gajah tidak terulang lagi, apalagi kematiannya karena diracun dan gadingnya diambil.

Aksi ”Justice for Gajah Rahman” juga diisi dengan kegiatan mewarnai gambar gajah, membaca buku, orasi dan penyampaian bentuk dukungan melalui pohon petisi.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

3 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

6 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

8 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

3 hari ago