FOTO BERSAMA: Kepala Madrasah Gafardi (dua kanan) dan pembina Ranti Febriani Eka Putri (kanan), Mutia Ardewi (dua kiri) dan orang tuanya (kiri) berfoto bersama sebelum masuk asrama atlet PPLP Dispora Riau, Jumat (6/12/2019). (MTSN 2 PEKANBARU FOR RIAU POS)
RUMBAI (RIAUPOS.CO) — Siswi Madarasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pekanbaru, Mutia Ardewi yang mengikuti identifikasi bakat pada Oktober lalu berhasil lolos masuk atlet Pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau tahun 2019.
"Alhamdulillah salah seorang siswi kita terpanggil oleh Tim Pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dispora Propinsi Riau 2019 bernama Mutia Ardewi. Tentu kami sangat bangga, dari sekian banyak siswa yang ikut seleksi, siswa kami masuk salah satu di antara siswa yang ikut se Kota Pekanbaru," ujar Kepala MTsnN 2 Pekanbaru, Ghafardi SAg MPdI kepada Riau Pos, Senin (9/12).
Ia menyebutkan, masuknya siswa MTsN 2 Pekanbaru ini dalam rangka mencari dan menggali potensi bibit unggul olahraga daerah, untuk meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Riau. Dan rekrut ini dilakukan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau dan meminta peserta identifikasi bakat melalui sekolah-sekolah yang ada di Pekanbaru.
"Tentu kami memberikan apresiasi kepada siswa kelas VIII . Selama dalam kegiatan pelatihan akan kami beri dispensas," tutur ujarnya.
Sedangkan orang tua Mutia Ardewi yakni Eko Haryanto dan Ade Komariah ini, merasa bangga dan senang anaknya terpilih sebagai Atlet PPLP Dispora Riau. "Saya selaku orang tua terus akan mensuport semua kegiatan yang positif untuk anak kami," tutur Eko.
Sementara itu, Ranti Febriani Eka Putri SPd, guru dan pembina olahraga MTsN 2 Pekanbaru juga membenarkan, bahwa beberapa waktu lalu beberapa siswa juga telah mengikuti identifikasi bakat (talent identification), khususnya cabang olah raga angkat besi dengan mengirim 10 siswa dan 10 siswi.(ksm)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…