Categories: Nasional

Menkumham Harus Prioritaskan Bangun Rutan Siak

SIAK (RIAUPOS.CO) — Geli dan lucu. Begitulah yang dirasakan legislator DPRD Siak begitu  mendengar  Kemenkumhan RI tidak memiliki  anggaran  membangun rutan atau lapas untuk Siak. Seharusnya dengan kontribusi Negeri Istana bagi bangsa dan negara, pembangunan untuk Siak menjadi salah satu prioritas dengan kondisi sekarang.

Pernyataan  Menkumham  RI, Yasona Laoly  perihal  berharap anggaran kepada Pemprov Riau untuk membangun Rutan baru di atas lahan seluas 5 hektare yang sudah dihibahkan Pemkab Siak, dikritisi anggota DPRD Siak Sujarwo, Senin (13/5) sore. Tak lama berselang setelah Yasona meninjau Rutan Klas IIB Siak Sri Indrapura yang dibakar napi akhir pekan kemarin.  “Kalau disebut belum ada anggaran, itu lucu rasanya. Harusnya sudah jadi perhatian dengan kejadian Sabtu lalu. Harusnya Siak diprioritaskan,” ujar Sujarwo. Politisi PAN tersebut menilai, perihal hibah lahan dari Pemkab Siak sudah dibahas sejak zaman Syamsuar menjabat Bupati Siak pada periode pertama. Hingga kini Syamsuar menjadi Gubernur Riau, sebelumnya pada awal 2018 pun sudah diserahkan hibah lahan seluas 5 hektare secara resmi.

Sayangnya, sudah berjalan beberapa tahun, namun pihak Kemen-kumham melalui Kanwilkumham Riau belum kunjung membangun areal dimaksud. Karena persoalan jelas yang dilihat sekarang kapasitas rutan sudah benar-benar kelebihan. Dari 200-an kapasitas, sekarang dihuni 600-an warga binaan. “Sudah tidak layak dan sebaiknya sudah jadi perhatian dari kemarin-kemarin. Seharusnya ini jadi prioritas untuk dibangun pula segera,” katanya.

Selain berharap pusat, khususnya Kemenkumham RI agar dapat memprioritaskan Siak. Karena dijelaskannya, kabupaten ini sudah berkontribusi bagi negara ini. Sehingga sudah seharusnya didukung.

“Misalnya memang tidak ada anggaran, sampaikanlah ke Presiden. Harus disampaikan dan ini prioritas karena kebakaran dan kerusuhan,” harapnya.

Kontribusi besar Siak bagi bangsa dan negara di mana pada zaman kemerdekaan, sebesar 13 juta golden atau ribuan triliun diserahkan Sultan Siak sebagai bantuan kepada negara ketika itu. Sehingga dapat dijadikan modal kemerdekaan NKRI. Ditambah dengan lahan yang sudah dihibahkan, menurutnya sudah sepatutnya dapat dikonsep dengan baik oleh pemerintah pusat untuk segera dibangun.

“Rutan kita ini (yang ada sekarang, red) di tengah kota memang. Jadi rencana lokasi pemindahan antara perbatasan Mempura dan Dayun itu sangat representatif,” bebernya. Selain itu, lanjut Sujarwo, perihal lokasi lahan 5 hektare yang dihibahkan juga berada di sekitar Mapolres Siak. Sehinigga dinilai sangat strategis dari sisi pengamanan.  “Lebih strategis dan tentu dukungan pengamanan lebih baik karena berdekatan Mapolres,” ungkapnya.(adv)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

6 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

1 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

1 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago