Categories: Pekanbaru

Melawan Kekerasan terhadap Perempuan Perlu Komitmen Semua Pihak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi isu krusial yang harus menjadi perhatian bersama. Kekerasan perempuan, seperti yang terjadi dua bulan lalu di Rumbai, di mana suami menikam istrinya hingga tewas.

Isu ini menjadi perhatian khusus Koalisi  Sahabat Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Suska Riau, Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Riau, dan PKC KOPRI PMII Riau.

Koalisi ini menggelar Kampanye 16 Hari Antikekerasan Terhadap Perempuan di area Car Free Day (CFD), depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Ahad (8/12).

Kegiatan dimulai dengan orasi yang menggugah semangat para peserta. Dalam orasi tersebut, disampaikan pentingnya peran masyarakat dalam melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi yang berisi tujuh poin. Yaitu, kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran hak-hak dan kebebasan fundamental perempuan. Mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Mendesak penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap pelaku kekerasan.

Kemudian mengimbau aparat penegak hukum untuk responsif dan cepat dalam memproses kasus kekerasan, dengan mengedepankan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan kesetaraan gender. Terakhir mendorong reformasi hukum yang berpihak pada korban kekerasan.

Kepala PSGA UIN Suska Riau Dr Mustiqowati Ummul Fithriyyah MSi menerangkan, aksi damai ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Koalisi ini berkomitmen untuk mendukung pemulihan, memberikan perlindungan dan memperjuangkan keadilan bagi korban kekerasan.

”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya saling menghormati, mendukung, dan bekerja sama demi mengakhiri kekerasan terhadap perempuan,” ujar aktivis perempuan yang dosen UIN Suska Riau ini.

”Kita perlu terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghormati hak-hak perempuan. Kampanye ini adalah salah satu cara untuk menyuarakan isu ini secara lebih luas,” ujarnya menambahkan.

Ketua RPA Provinsi Riau Utari Nelviandi SH pada kesempatan yang sama mengajak semua pihak untuk ijut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Menurutnya setiap perempuan harus dapat hidup dengan aman dan bermartabat.

”Perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan memerlukan komitmen dari semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat luas. Dengan bersatu, kita bisa menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan,” ucap Utari.(end)

 

 

Redaksi

Recent Posts

Justin Hubner Batal ke Piala AFF 2026? Klub Belanda Disebut Tak Beri Izin

Justin Hubner dikabarkan terancam absen di Piala AFF 2026 karena Fortuna Sittard disebut tak memberi…

14 jam ago

Fajar/Fikri Tembus Final China Open 2026 usai Duel Sengit Lawan Tuan Rumah

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final China Open 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang…

15 jam ago

Bhabinkamtibmas Ikut Turun ke Arena Pacu Jalur, Jadi Timbo Ruang Endang Rumus

Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik Bripka Asril ikut menjadi Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dalam Pacu…

15 jam ago

Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, 19 Ruas Sepanjang 23 Kilometer Sudah Diaspal

Pemko Pekanbaru telah mengaspal 19 ruas jalan sepanjang 23 kilometer hingga pertengahan 2026 dan terus…

15 jam ago

Harimau Sumatra Muncul di Inhil, Warga Diminta Waspada dan Tak Keluar Sendirian

Harimau sumatra muncul di Desa Danai, Inhil, dan dilaporkan memangsa sapi warga. Polisi meminta masyarakat…

15 jam ago

Polda Riau Tanam Kembali Mangrove Rusak Seluas 118 Hektare di Rohil

Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…

2 hari ago