Koalisi perempuan Riau menggelar aksi kampanye dan deklarasi 16 Hari Antikekerasan Terhadap Perempuan di area CFD, Ahad (8/12/2024). (Hendrawan Kariman/Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi isu krusial yang harus menjadi perhatian bersama. Kekerasan perempuan, seperti yang terjadi dua bulan lalu di Rumbai, di mana suami menikam istrinya hingga tewas.
Isu ini menjadi perhatian khusus Koalisi Sahabat Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Suska Riau, Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Riau, dan PKC KOPRI PMII Riau.
Koalisi ini menggelar Kampanye 16 Hari Antikekerasan Terhadap Perempuan di area Car Free Day (CFD), depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Ahad (8/12).
Kegiatan dimulai dengan orasi yang menggugah semangat para peserta. Dalam orasi tersebut, disampaikan pentingnya peran masyarakat dalam melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi yang berisi tujuh poin. Yaitu, kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran hak-hak dan kebebasan fundamental perempuan. Mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Mendesak penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap pelaku kekerasan.
Kemudian mengimbau aparat penegak hukum untuk responsif dan cepat dalam memproses kasus kekerasan, dengan mengedepankan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan kesetaraan gender. Terakhir mendorong reformasi hukum yang berpihak pada korban kekerasan.
Kepala PSGA UIN Suska Riau Dr Mustiqowati Ummul Fithriyyah MSi menerangkan, aksi damai ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Koalisi ini berkomitmen untuk mendukung pemulihan, memberikan perlindungan dan memperjuangkan keadilan bagi korban kekerasan.
”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya saling menghormati, mendukung, dan bekerja sama demi mengakhiri kekerasan terhadap perempuan,” ujar aktivis perempuan yang dosen UIN Suska Riau ini.
”Kita perlu terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghormati hak-hak perempuan. Kampanye ini adalah salah satu cara untuk menyuarakan isu ini secara lebih luas,” ujarnya menambahkan.
Ketua RPA Provinsi Riau Utari Nelviandi SH pada kesempatan yang sama mengajak semua pihak untuk ijut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Menurutnya setiap perempuan harus dapat hidup dengan aman dan bermartabat.
”Perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan memerlukan komitmen dari semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat luas. Dengan bersatu, kita bisa menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan,” ucap Utari.(end)
Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…
Dampak kabut asap karhutla di Pelalawan sebabkan 2.220 warga terserang ISPA. Pemkab Pelalawan menyiagakan posko…
Kualitas udara Bangkinang masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Dinkes Kampar mencatat…
Gagal meraih poin di laga pembuka, PSPS Pekanbaru fokus melakukan evaluasi total jelang laga kandang…
Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…
Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…