PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru akhirnya membatalkan layanan akhir pekan di hari Ahad (8/11). Alasannya alat perekaman KTP elektroni mengalami overheating.
Disdukcapil Pekanbaru menjadwalkan tetap membuka layanan di akhir pekan, yaitu Sabtu-Ahad. Namun, layanan di hari Ahad terpaksa dibatalkan membeludaknya masyarakat yang datang di hari Sabtu (7/11). Akibatnya alat perekaman mengalami overheating atau terlalu panas. Disdukcapil akan melakukan perbaikan terhadap alat perekam tersebut.
"Diberitahukan kepada masyarakat Pekanbaru untuk pelayanan perekaman KTP-el pemula, cetak KTP-el rusak dan hilang yang direncanakan Ahad (8/11), ditunda
sampai waktu yang belum ditentukan," kata Kadisdukcapil Irma Novrita, Ahad (8/11).
Bagi warga yang ingin melakukan perekaman KTP-el bisa mendatangi UPTD Dukcapil di Kecamatan terdekat pada hari kerja, Senin – Jumat. Mulai dari pukul 08.30- 15.00 WIB.
Seperti diketahui, melalui program Dukcapil Weekend Mantap, Disdukcapil membuka layanan akhir selama dua hari yakni Sabtu dan Ahad khusus untuk tiga layanan hingga Desember tahun ini. Di antaranya, layanan perekaman KTP-el bagi warga yang sudah berusia 17 tahun, kemudian cetak KTP-el rusak dan hilang.
Pada Sabtu (7/11) lalu, warga yang datang ke Disdukcapil Pekanbaru di komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Sudirman membeludak hingga diperkirakan berjumlah ribuan. Mereka datang menimbulkan kerumunan dan dikhawatirkan memicu penularan Covid-19.
Irma mengatakan, program layanan akhir pekan ini pada dasarnya akan diterapkan hingga Desember nanti. Dan bisa dilanjutkan hingga 2021 mendatang jika diperlukan. Sabtu kemarin, masyarakat yang datang membeludak disebut karena mereka datang bukan hanya usia 17 tahun yang akan merekam KTP dan mengurus KTP hilang atau rusak saja.
Namun, banyak yang datang juga akan mengurus urusan kependudukan lainnya. "Kami mohon, bagi warga yang ingin mengurus akta kelahiran, kematian, Kartu Keluarga, bukan di hari Sabtu dan Minggu. Namun pada saat jam kerja, tidak seperti sekarang ini semua urusan warga sudah membaur," kata Irma Sabtu kemarin pada warga yang datang ke Disdukcapil.(ali)
Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…