Categories: Pekanbaru

ACT Riau Kirim Bantuan 9,5 Ton Logistik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Aksi Cepat Tanggap (ACT) Riau menggalang bantuan untuk korban bencana Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), di mana wilayah tersebut terkena musibah gempa dan banjir beberapa waktu lalu. Bantuan masyarakat itu akhirnya terkumpul 9,5 ton logistik yang kemudian dikirim menggunakan Kapal Kemanusiaan.

"Sebelumnya ACT sudah mengirimkan 1.000 ton logistik menggunakan Kapal Kemanusiaan yang bertolak dari Pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta menuju Sulbar," kata Head Of Marketing Komunikasi Wahyu Suryanda, Senin (7/2).  

Wahyu menjelaskan, bantuan yang terkumpul berupa pakaian baru, susu, minyak, beras, makanan ringan, air mineral, peralatan kebersihan hingga obat-obatan di posko lumbung bantuan dari ACT Riau. Logistik yang terkumpul di Kantor ACT Riau dan diberangkatkan menggunakan truk menuju gudang logistik di Sumatra Barat. Pelepasan sendiri dilaksanakan pada Ahad (7/2).

"Hari Ahad kemaren untuk pemberangkatan kapal kemanusiaan melalui Pelabuhan Teluk Bayur, area Sumatra kita targetkan sebanyak 1.000 ton yang disupport dari cabang-cabang ACT di Sumatra," jelasnya.

Setelah pelepasan ini, Wahyu mengatakan pihaknya juga akan terus membersamai masyarakat yang terdampak bencana melalui program recovery ACT yaitu pembangunan shelter, perbaikan masjid dan fasilitas yang rusak serta pembenahan ekonomi masyarakat.

"Masih banyak yang akan kita lakukan untuk masyarakat disana, kita akan terus beriktiar mengumpulkan kedermawan masyarakat pekanbaru untuk saudara-saudara kita disana,"  tukasnya.

Selain mengirimkan bantuan, relawan ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Riau ikut menggerakkan relawan dalam misi kemanusiaan ini.

"Relawan kita di berbagai daerah di Riau juga terlibat menghimpun bantuan untuk bencana yang terjadi saat ini," tuturnya.(gem)

Laporan: MUJAWAROH ANNAFI (Pekanbaru)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

12 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

13 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

13 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

13 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

14 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

15 jam ago