Categories: Pekanbaru

Spesialis Pembobol Konter Ponsel Digaruk

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berbagai barang bukti handphone (hp) berjajar rapi di meja persegi panjang beralaskan kain kuning yang mentereng di lobi Polsek Tampan. Tampak barang bukti lainnya seperti obeng dan kunci inggris serta kunci yang sudah dimodifikasi. Alat-alat itu digunakan untuk membobol konter di seputaran Kota Pekanbaru.

Seorang  laki-laki berinisial MR alias Imed (34) digadang-gadang sebagai spesialis pembobol konter. Pasalnya yang bersangkutan telah melakukan empat kali bobol konter dengan pengambilan terbanyak 508 unit hp pada Maret 2019.

Imed hanya terpaku ke lantai dan tak dapat berkata banyak. "Untuk membobol memerlukan waktu antara satu hingga dua jam,"katanya.

Hal itu dipertegas Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan didampingi Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Budhia Dianda. Dikatakannya, Imed merupakan residivis. Ia sudah beraksi sejak 2017 lalu tepatnya milik konter GH Shop di Jalan HR Soebrantas pada Maret 2017. Saat itu Imed menggondol 508 hp dengan berbagai merek. Hasilnya diuangkan mencapai Rp73 juta. Dengan kisaran harga bervariasi, paling rendah Rp1,5 juta. Juper menambahkan, hp tersebut dipasarkan secara online.

"Usut punya usut laporan mirip bermunculan dari tiga konter lain. Di antaranya Konter Bukit Barisan pada Januari 2017 dengan menggondol 100 unit hp, Toko Ponsel Siak Hulu pada Mei 2019 sebanyk 40 unit dan terakhir di toko Asia Ponsel di Jalan Jenderal Sudirman pada 28 Desember 2091 sebanyak 75 unit," jelasnya, kepada media, Rabu (8/1).

Imed berhasil diamankan pada 6 Januari 2020 pukul 18.00 WIB di Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan. Panangkapan dipimpin Kanit Reskrim Iptu Koko F Sinuraya. Ia dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman kurungan sembilan tahun penjara.

Menariknya, yang menjual hp adalah sang istri. "Istrinya masih dalam pengejaran. Sebab, saat kami ke rumahnya di Jalan Sepakat, Rumbai, sudah kabur dengan membawa barang bukti tiga unit hp. Sementara itu dari 75 hp yang terjual sudah 56 dan yang diamankan kepolisian 16 hp,” ungkapnya.

Saat beraksi Imed bersama dengan rekannya yang juga dalam pengejaran. Juper sampaikan usai toko tutup pada malam hari mereka beraksi. "Selain bermacam kunci, Imed dan rekannya membobol dengan menggunakan mukenah. Sehingga jejaknya tidak mudah dideteksi,"tutupnya.(s)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

1 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

1 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

1 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

1 hari ago