besok-ptm-dimulai
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kota Pekanbaru saat ini turun status dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ke 3. Kondisi ini diikuti dengan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dimulai Kamis (9/9) besok.
PTM akan dilakukan untuk semua tingkatan dan jenjang pendidikan di Kota Pekanbaru. PPKM level 3 sendiri di Pekanbaru mulai Selasa (7/9) hingga 14 hari ke depan. Perbedaan antara PPKM level 3 dengan level 4 adalah diperbolehkannya PTM di level 3.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, Selasa (7/9).
"Karena kita (Pekanbaru, red) sudah level 3, itu sudah boleh sekolah. Kalau bisa hari Kamis ini kita mulai buka sekolah," kata dia.
Ada 177 sekolah dasar (SD) negeri, dan 45 sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang bakal lebih dulu memulai sekolah tatap muka. Menurut Ismardi, sekolah negeri akan lebih dulu memulai sekolah tatap muka. Kemudian diikuti dengan sekolah swasta.
"Pihak sekolah harus mengikuti standar protokol kesehatan untuk dapat menyelenggarakan sekolah tatap muka," paparnya.
Ada tim dari Disdik yang telah turun melakukan pengecekan ke setiap sekolah. Mereka memastikan sekolah telah menyediakan fasilitas prokes dan metode pelajaran sesuai standar prokes.
"Tapi sekolah-sekolah yang belum memenuhi standar itu, belum kami rekomendasikan untuk buka. Kalau negeri rata -rata sudah siap itu. Tinggal beberapa sekolah swasta lagi," terangnya.
Ismardi menyebut, dirinya bakal mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk sosialisasi regulasi pembelajaran di masa pandemi. Kalau mereka sudah siap, maka dipersilahkan untuk membuka sekolah.
Untuk kapasitas kelas hanya dapat diisi 50 persen dari total siswa. Siswa dapat belajar di sekolah 2-3 jam dalam sehari. Sementara untuk masuk sekolah hanya sebanyak dua kali dalam satu pekan. "Aturannya kami mengacu kepada SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri," singkatnya.
Sebelum PTM, Guru Wajib Vaksin
Dalam pada itu, Wali Kota Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT menyatakan, tenaga pendidik wajib menjalani vaksinasi Covid-19 sebelum memulai proses sekolah tatap muka. Vaksin salah satu upaya untuk menghindari penyebaran virus di lingkungan sekolah.
Ia menyebut, saat ini proses percepatan vaksinasi kelompok tenaga pendidik atau guru terus digesa. Apalagi saat ini sekolah tatap muka bakal digelar di Kota Pekanbaru seiring penurunan kasus Covid-19. "Guru iya (syarat, red) untuk sekolah tatap muka. Harus vaksin!" kata Wako.
Menurutnya, proses vaksinasi kelompok guru hampir tuntas. Ia menyebut lebih dari 90 persen guru telah menjalani vaksinasi. Total ada 11 ribu guru yang terdaftar menjadi penerima vaksin.
Namun masih ada yang mengalami penundaan vaksin akibat memiliki penyakit penyerta. Mereka mengalami penundaan hingga kondisi tubuh mereka memungkinkan menerima suntikan vaksin.
"Mana yang susah divaksin, ini akan segera vaksin. Karena semalam ada guru yang berhalangan karena komorbid," ungkapnya.
Selain guru, pelajar juga menjadi prioritas penerima vaksin. Wako menyebut percepatan dilakukan namun terkendala karena keterbatasan vaksin. "Penyaluran vaksin itu dibagi tiga. Pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Ini penyaluran nya sedikit sedikit," ulasnya.
Saat ini saja, lebih dari 100 ribu orang yang menanti suntikan vaksin dosis kedua. Mereka harus menunggu lama untuk mendapatkan vaksin. "Ada yang sudah menunggu lebih dari 50 hari," singkatnya.(yls)
Laporan M ALI NURMAN, Kota
SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…
Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…
Dugaan keracunan MBG di Dumai membuat SPPG disuspend dan kepala dapur dinonaktifkan. Sementara SPPG 3T…
Abrasi berdampak pada 1.700 hektare kebun warga Kuala Selat. Pemerintah mendorong rehabilitasi hingga 1.000 hektare…
Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…
Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…