Categories: Pekanbaru

Dalami Penyebab Kematian Dimas Fernanda

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seorang tahanan di Mapolsek Bukit Raya, Pekanbaru diketahui meninggal mengenaskan di dalam sel. Tahanan bernama Dimas Fernanda (25) sebelumnya diketahui  menghembuskan nafas terakhir pada November 2023 lalu.

Belakangan terkuak kondisi jenazah Dimas saat hendak dimandikan, memiliki sejumlah luka lebam. Tidak hanya itu, pada bagian kepala juga mengeluarkan darah dan leher patah.

Hal inilah yang membuat pihak keluarga kemudian melaporkan kejanggalan tersebut.

Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan saat dikonfirmasi Riau Pos membenarkan laporan dimaksud. Saat ini pihaknya tengah menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara Polda Riau.

“Awalnya kan sebelum keluarga melapor, sudah pernah ditawarkan untuk autopsi. Tapi saat itu keluarga menolak. Kemudian jenazah dibawa ke Medan. Saat di mandikan, keluarga melihat ada sejumlah luka lebam, kepala mengeluarkan darah dan leher patah,” sebut Kombes Asep, Kamis (7/3).

Keluarga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polda Riau. Dari laporan yang masuk, Kombes Asep dan tim langsung melakukan penelusuran. Bahkan turut melakukan pembongkaran makam almarhum (ekshumasi, red) guna proses autopsi.

“Sudah dilakukan (ekshumasi, red). Kami tinggal menunggu hasil autopsi,” sebutnya.

Saat ditanya apakah sudah ditemukan penyebab kematian, Kombes Asep menyebut setakat ini masih menunggu hasil autopsi RS Bhayangkara. Begitu juga dengan dugaan penyebab kematian. Polisi, dikatakan dia, telah mengumpulkan fakta-fakta terkait kematian almarhum.

“Kami kumpulkan fakta-fakta. Apakah ada menjurus ke tindak pidana, atau bagaimana, ini kami mempertebal temuan-temuan sementara,” pungkasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum dari keluarga almarhum Dimas, Muhammad Abdu Harahap mengatakan pihaknya mengikuti proses ekshumasi yang dilakukan Polda Riau di TPU Muslim, Medan Polonia.

“Iya kita ikut menyaksikan, mendampingi pihak keluarga korban,” katanya.

Saat melihat proses pembongkaran makam, terlihat luka-luka pada jasad. Tidak hanya itu, berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya saat memandikan jasad Dimas, mereka menemukan kondisi tubuh Dimas yang sangat memprihatinkan.

“Dari cerita keluarganya, saat mereka memandikan korban, dibagian kepala bolong tepat dibelakang telinga kiri dan lehernya patah,” ungkapnya.

Melihat kejanggalan tersebut, pihaknya curiga dengan kematian Dimas di sel tahanan Polsek Bukit Raya. Bahkan menilai kematian Dimas tidak wajar.(gem)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

12 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

12 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

3 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago