Categories: Pekanbaru

Warga Diimbau Waspada DBD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memasuki Fe­bruari ini, Kota Pekanbaru mulai sering diguyur hujan. Atas kondisi ini diminta warga masyarakat Pekanbaru waspada terhadap dampak DBD. Kebersihan lingkungan diminta untuk dijaga dari pengembangbiakan nyamuk.

Dari data Dinas Kesehatan Pekanbaru, tercatat, sepanjang Januari 2022, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekan­baru sudah menyentuh angka 31 kasus.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain pun meminta kepada kalangan tidak lengah, dan tidak menganggap kasus DBD ini hal biasa. "DBD mulai mengancam, apalagi saat ini sudah musim hujan, dan rutin menguyur Pekanbaru, harus waspada," kata Zulkarnain kepada wartawan, kemarin.

Jika selama ini, kata politisi PPP ini, hanya disibukkan dengan penyebaran Covid-19, Kasus DBD diminta juga wajib menjadi atensi, baik oleh Pemerintah maupun warga Pekanbaru. "Jadi sama-sama penting mengantisipasinya, dan juga sama-sama berbahaya dampaknya," sebut Zulkarnain.

Dijelaskan Zulkarnain lagi, data Diskes Pekanbaru, dari 15 kecamatan yang ada, 9 kecamatan di antaranya merupakan daerah yang tinggi tingkat penyebarannya. Sementara kecamatan lainnya, masih zero kasus. Namun besar kemungkinan juga, penyebarannya akan terjadi, bila masyarakatnya tidak menerapkan lingkungan bersih.

"Penyebaran kasus ini bisa ditekan, jika masyarakatnya menerapkan pola disiplin tinggi, terhadap kebersihan lingkungan nya sendiri, " paparnya lagi.

Zulkarnain juga meminta kepada Camat, Lurah hingga tingkat RW serta RT, menggalakkan lagi gotong royong setiap pekan. Karena ini dinilai sangat membantu antisipasi DBD.

Semnetara itu, Kepala Diskes Pekanbaru Zaini Rizaldy menjelaskan, 31 kasus DBD tertinggi di Kecamatan Marpoyan Damai 6 kasus, Kecamatan Bukit Raya, Payung Sekaki dan Tuah Madani masing-masing 5 kasus. Kecamatan Senapelan 3 kasus. Kecamatan Tenayan Raya 3 kasus. Kecamatan Rumbai 2 kasus. Kecamatan Sukajadi 1 kasus dan Kecamatan Binawidya 1 kasus.

"Mudah-mudahan bisa kita atasi dan antisipasi bersama-sama, dimulai dari lingkungan rumah sendiri," katanya.(gus)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

3 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

10 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

10 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago