Categories: Pekanbaru

9 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

KOTA (RIAUPOS.CO) — Dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kota Pekanbaru, Senin (5/10) dini hari. Sembilan keluarga kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran hebat terjadi pukul 04.25 di pemukiman padat penduduk, Jalan Khadijah Ali, Gang Koto I, Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan. Di sini, delapan keluarga kehilangan tempat tinggal.

"Akibat kebakaran itu menghabiskan sembilan rumah petak semi permanen. Satu di antaranya tidak dihuni. Untuk di sisi kiri dari gang masuk adaenam rumah sedangkan sisi kanan ada tiga rumah," kata Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu’min Wijaya didampingi Kanit Reskrim Polsek Senapelan Iptu Koko F Sinuraya.

Adapun nama penghuni rumah atau korban kebakaran di Kampung Dalam adalah, Rosman Roy (50), Hendra (48), Ermiwati (59), Listra Deni (48), Rio Rinaldi (25), Joni Lesmana (48), Edi Candra, dan Hendri (50).

Kapolresta sempat turun langsung ke lokasi. Juga kepolisian dari Polsek Senapelan dan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau turun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materil belum dapat ditaksir. Kapolresta sebut, menurut saksi di lapangan, api berasal dari ruang tengah salah satu rumah petak yang dihuni Rio. Kemudian, korban pun dibangunkan oleh saksi untuk bersama-sama memadamkan.

"Namun, karena terbuat dari papan dan kayu, sehingga api cepat membesar," ungkapnya.

Di lokasi kejadian, garis polisi dipasang agar masyarakat tidak masuk wilayah yang mana sembilan unit rumah petak terbakar.

Iptu Koko menambahkan, selain sembilan rumah, terdapat satu kendaraan yang terbakar di TKP. Kemudian dua kendaraan lainnya pun ikut terbakar karena terpapar panas.

"Sementara ini masih olah TKP dan bekerja sama dengan tim Labfor Polda Riau," paparnya.

Di waktu yang sama Kabid Labfor Polda Riau AKBP Ahmad Yani mengatakan, dalam rangka upaya penyelidikan beberapa sampel telah diambil. "Sampel itu seperti abu, arang, kawat, dan lainnya," ucapnya.

Untuk para saksi pun katanya sudah diperiksa. Selanjutnya diserahkan ke penyidik dari Polsek Senapelan. Hasil dapat keluar berkisar satu hingga dua pekan.

Dalam pada itu, pemadam kebakaran kota Pekanbaru sebagai garda terdepan datang ke lokasi. "Begitu dapat kabar, pukul 04.27 WIB kami berangkat dan kembali pukul 07.05 WIB. Jadi, sekitar dua jam setengah kami padamkan dan dinginkan api," sebut Kasi Operasional Pemadaman Kebakaran Fahriansyah.

Katanya, ada delapan mobil damkar yang dikerahkan. Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Satu Rumah di Jalan Lobak Terbakar

Sebelumnya, peristiwa kebakaran di Jalan Lobak, Kecamatan Tampan, pukul 01.30 WIB. Satu rumah bulatan yang dihuni oleh keluarga M Ulin (32) habis terbakar. Belum diketahui pasti api berasal dari mana, namun api dengan cepat membesar disaat penghuni rumah sedang terlelap tidur.

"Diketahui peristiwa kebakaran itu pukul 01.30 WIB. Sekarang sudah dipasang garis polisi," sebut Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita.

Lebih lanjut, pemadaman api dibantu pihak pemadam kebakaran Kota Pekanbaru. Sebanyak, empat unit mobil Damkar dikerahkan untuk pemadaman dan pendinginan.

Disinggung kronologi terbakarnya rumah yang juga dijadikan warung bakmi, Ambarita sebut, api pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Heru (39).

"Jadi saksi menceritakan pada saat itu sedang melakukan jaga malam lingkungan sekitar. Saat itu ia melihat api pada rumah korban dari pos penjagaan. Lalu meminta bantuan warga lain dan membangunkan penghuni rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Namun, api dengan cepat membesar sehingga melalap plafon ruang tamu. Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya jelang mobil pemadam kebakaran datang.

Sekitar pukul 02.30 WIB api dapat dipadamkan dengan menggunakan empat unit mobil pemadam kebakaran. "Diduga akibat konsleting listrik sehingga terbakar dan menyambar plafon rumah. Tapi kami masih dalam lidik penyebab pastinya," urainya.(sof)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

10 jam ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

13 jam ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

14 jam ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

1 hari ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

2 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

2 hari ago