Para murid SDN 99 Pekanbaru menikmati menu makan siang yang diberikan saat simulasi program makan siang bergizi, Senin (2/9/2024) lalu. (MHD AKHWAN/RIAU POS)
RIAUPOS.CO – Setelah melakukan simulasi tahap pertama awal pekan ini, Pemko Pekanbaru terus meng-update data-data untuk mendukung kesuksesan program makan siang bergizi untuk anak sekolah.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru Adi Lesmana mengatakan, beberapa waktu terakhir pihaknya secara intensif melakukan upaya penyiapan data pendukung pelaksanaan program makan siang bergizi untuk anak sekolah yang akan mulai dilaksanakan pemerintah awal tahun 2025 nanti.
”Data yang dikumpulkan benar-benar riil dan mengacu pada kondisi yang ada di lapangan serta mengikuti aturan teknis tentang pola konsumsi berdasarkan kelompok usia anak sekolah,” ujarnya, Kamis (5/9).
Pihaknya berharap data yang lengkap terkait dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan yang diperuntukkan saat pelaksanaan program yang akan dilaksanakan setiap hari sekolah itu.
Misalnya untuk keperluan beras per hari dan dalam setahun, sayur mayur, daging, ikan, telur dan ayam, semuanya harus pastikan ketercukupannya, sehingga tidak ada kendala terkait ketersediaan.
Tak hanya mempersiapkan itu, Dinas Ketahanan Pangan juga menghimpun data terkait kesiapan dari pelaku usaha yang berkaitan dengan hotel, restoran maupun katering.
”Dengan menyiapkan data pendukung ini, DKP, jelas Adi, berharap pelaksanaan program yang digagas oleh presiden terpilih Prabowo Subianto ini nantinya benar-benar siap untuk dilaksanakan, khususnya di Kota Pekanbaru,” katanya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru
Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…
Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…
Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…
Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…
Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…
Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…