Categories: Pekanbaru

BRSA Tangani Dua Kasus Inses

(RIAUPOS.CO) — BALAI Rehabilitasi Sosial Anak (BRSA) di Jalan Kayangan, Rumbai Pesisir sudah menrima dua anak yang mengalami kasus inses. Kasus tersebut terjadi pada remaja asal Kota Dumai, Riau yaitu CV (15) dan wilayah Sumatera Barat, MP (14).
Kasus yang terjadi pada dua remaja tersebut menyita perhatian. Hal itu dikarenakan kedua korban sama-sama disetubuhi oleh ayah kandungnya.
Menurut Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Muhammad Toher, benar adanya bahwa kejadian yang menimpa pada CV akibat ulah sang ayah kandung yang tega setubuhi anaknya.
“Kejadian tersebut diketahui ketika kandungan sudah sembilan bulan. Pihak BRSAMPK pun menjemput yang bersangkutan agar dirawat di sini sampai akhirnya melahirkan,” paparnya.
CV berada di BRSA pada dua pekan lalu. Sesampainya di BRSA, CV langsung dibawa ke dokter untul dicek kesehatan dan di USG. Menurut dokter, katanya tanggal 22 Agustus melahirkan. Rupanya selang sehari ia melahirkan. Beruntung, ibu korban pun menjenguk. Sementara ayah korban atau pelaku sedang menjalani proses persidangan.
Segala biaya persalinan pun ditanggung BRSA. Namun, saat melahirkan CV tidak bisa dalam kondisi normal dan harus menjalani operasi.
“Korban hanya sekitar seminggu ditangani oleh kami. Hal itu dikarenakan keluarga korban yang dari Duri menginginkan agar anaknya tetap diasuh olehnya. Sementara sebelumnya anak CV akan dirawat atau diadopsi oleh orang lain yang berasal dari Medan,” ujarnya.
Katanya, jika itu sudah menjadi keputusan berarti tanggung jawab BRSA sudah selesai. Berbeda jika anak CV dirawat di BRSA, maka masih menjadi tanggung jawabnya. Saat kejadian itu nampak di permukaan keluarga korban diberi waktu untuk pindah daerah.
Lebih lanjut, ia pun mengimbau kepada masyarakat kiranya tidak memperlakukan keluarga korban dari hal yang berbaur sosial. “Mengapa masyarakat hanya peduli ketika tetangganya ada masalah saja. Sepatutnya saling peduli dan saling mengingatkan saat dalam kondisi apapun. Kami sedih, sudahlah kena musibah kena pula sanksi sosial,” paparnya.
Sebaiknya hal seperti harus diklarifikasi terlebih dahulu, jangan langsung mengambil tindakan seperti mengusir. Padahal mengusir bukan menyelesaikan masalah, namun menambah masalah.
“Semua kita memang tidak mau ada keluarga kita yang seperti itu. Jadi ketika melihat sesuatu yang tidak nyaman di lingkungan sekitar, sekiranya ditanyakan agar tidak terjadi hal seperti ini atau seperti yang terjadi di Luwu, Sulawesi Selatan yaitu kakak adik tinggal serumah sampai punya anak,” terangnya.
Berbeda dengan kasus yang menimpa MP asal Sumbar. Sejak kejadian menimpanya, warga sekitar langsung mengusirnya. Sehingga mau tidak mau harus meninggalkan kampung halamannya.
Sejak diusir warga, MP beserta ibunya pergi ke kampung saudaranya. Sementara sang ayah atau pelaku melarikan diri dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
“MP diantar ke BRSAMPK oleh Dinas Sosial setempat sebulan lalu. Kini usia kandungannya sudah enam bulan,” imbuhnya.
Begitu sampai, MP pun dibawa ke rumah sakit untuk di cek kesehatan dan kandungannya. Tubuhnya yang mungil itu menjadikannya tidak cepat diketahui. Beruntung kondisi bayi di dalamnya dalam keadaan sehat, beratnya pun mencapai 2,6 kg.(*3)

Laporan MUSLIM NURDIN, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

1 jam ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 jam ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 jam ago

Jalan Berlubang di Pangkalankerinci Dikeluhkan, Pemkab Pelalawan Diminta Bertindak

Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…

2 jam ago

Bupati Siak Turun Tangan Atasi Kendala Gaji ASN

Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…

2 jam ago

Sampah Masih Menumpuk di Pekanbaru, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…

3 jam ago