Categories: Pekanbaru

Jangan Sampai Ada Anak Tak Bisa Sekolah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sistem zonasi yang diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tak sedikit menyebabkan anak gagal masuk ke sekolah negeri, khususnya tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Pemko Pekanbaru diminta mencarikan solusi atas permasalahan ini.

"Diakui atau tidak, banyak warga yang tak dapat masuk sekolah negeri. Ini disebabkan karena zonasi. Kami minta Disdik ada action. Jangan sampai anak-anak kita tidak bersekolah," tegas anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Pekanbaru H Ervan, kemarin.

Disebutkan Ervan, ada solusi yang ditawarkan. Disdik Pekanbaru harus berkoordinasi dengan sekolah lainnya. "Bisa jadi di daerah lain, kuotanya masih kurang. Sehingga bisa mengakomodir siswa dari daerah lain," ungkapnya.

Solusi lain, berkoordinasi dengan sekolah swasta. Disdik diminta dapat pastikan, anak-anak yang sudah mendaftar, namun gagal, bisa diterima di sekolah swasta di daerahnya.  "Ini kan persoalan di sistem zonasi pakai rangking. Anak-anak yang tidak diterima, mungkin rangkingnya dan zonasinya kalah dengan yang lain. Ada yang rangking tinggi, dan zonasinya dekat," paparnya.

Untuk itu, ditegaskannya, pihak nya akan tetap mengawasi hasil PPDB ini sampai tuntas. Bahkan dirinya akan terus berkomunikasi dengan Disdik, bagaimana mengakomodir para siswa yang gagal masuk sekolah negeri.

"Kita tidak ingin anak-anak putus sekolah hanya karena zonasi yang merupakan aturan yang pemerintah buat. Termasuk juga karena tidak ada biaya. Pemerintah harus respon terhadap persoalan ini, karena bagaimana pun pendidikan itu tanggung jawab pemerintah sesuai amanat UUD 1945," kata Wakil Ketua Komisi III ini.

Ditegaskan Ervan bahwa, menyikapi persoalan ini juga, dirinya mendorong supaya pemko memprioritaskan pembangunan sekolah baru untuk tahun depan. Dan ini sangat urgen, khususnya di Kecamatan Tenayan Raya, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Tuah Madani, Bina Widya, Rumbai, Rumbai Timur dan Rumbai Barat. Dan ini sudah disampaikan saat pandangan umum fraksi lalu.

"Inikan untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah akibat zonasi dan pertumbuhan penduduk Kota Pekanbaru yang semakin padat," ungkapnya.(yls)

Laporan AGUSTIAR, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

14 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

14 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

15 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

15 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

15 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

15 jam ago