akademisi-menyimpulkan-potensi-mengkhawatirkan-harus-berdasarkan-data
PEKANBARU (RIAU POS.CO)- Dosen Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) Dr Eng Muslim mengatakan, untuk bisa menyimpulkan apakah potensi semburan mengkhawatirkan seperti terjadi ledakan, gas beracun dan lainnya harus berdasarkan hasil data.
Menurutnya, hasil data itu didapat dari pantauan yang dilakukan petugas terkait dilapangan setiap per 6 jam atau per 12 jam setiap harinya.
"Saya sarankan agar dinas terkait seperti Dinas ESDM bisa mendapatkan data itu agar bisa ditarik kesimpulan apakah berpotensi mengkhawatirkan atau tidak," ujar Muslim kepada Riaupos.co, Sabtu (6/2/2021).
Dijelaskannya, sebagai contoh misalnya, satu hari itu 24 jam. Paling tidak direkam datanya per 6 jam atau per 12 jam sekali, seperti kecepatan perubahan diameter lubang, kecepatan ketinggian semburan, suara, getaran maupun persentase H2S (kandungan gas beracun) dan lain-lain.
Jika tidak terjadi penambahan ketinggian semburan, diameter lubang, perubahan H2S dan lain-lain, kata dia, atau malah semakin berkurang berarti tidak ada hal yang menjadi harus dikhawatirkan.
"Tetapi kalau seandainya terjadi perubahan tentu harus dilihat berdasarkan hitungan jam atau per harinya. Tentu itu semua didapat harus berdasarkan data," jelasnya lagi.
Hingga Sabtu, semburan gas di Pondok Pesantren Al Iksan, Tenayan Raya, belum ada tanda-tanda berakhir. Semburan lumpur yang ikut bersama gas tersebut semakin tinggi, diameter lubang samakin lebar, dan areal aliran lumpur juga semakin meluas.
Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.