Categories: Pekanbaru

Waspadai Mafia Publikasi Jurnal Internasional

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — PERMAINAN tidak baik, tak hanya menyasar dunia politik dan hukum saja, namun nunia akademisi pun tak lepas dari sasaran orang-orang tak bertanggung jawab. Salah satunya adalah mafia publikasi pada jurnal internasional.

Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri) Prof Dr Saktioto M Phill. Ia menyampaikan, terkait kiat-kiat penelusuran sumber referensi ter-update dan pemilihan jurnal internasional bereputasi yang tepat. Ia juga menjelaskan banyak mafia publikasi tak bertanggung jawab yang  bekerja dengan berorientasi pada bayaran dari jurnal yang diterbitkan.

“Jangankan dunia politik dan hukum, dunia akademisi banyak dipermainkan,” ujar Saktioto saat menjadi pemateri Workshop Writing a Scientific Article for Reputable International Jurnal di Universitas Riau, Rabu (4/9).

Saktioto menyampaikan, mafia tersebut menjual lahan website kepada oknum-oknum yang menginginkan publikasi secara instan. Tanpa disadari hal tersebut dapat membawa pada situasi buruk bagi pemilik jurnal bahkan instansi terkait.

“Mereka ini menjual lahan website kepada kita, terlebih di negara berkembang yang dituntut untuk dapat melalukan publikasi. Orientasinya kembali ke uang,” jelas Saktioto.

Profesor yang telah menerbitkan 79 artikel di Scopus dan 100 artikel di Sitasi ini juga mengatakan, jurnal tersebut ketika sudah diterbitkan akan disebut jurnal abal-abal. Pasalnya, artikel tersebut tidak di-review sebelum diterbitkan serta hasil riset yang tidak baik. Belum lagi termasuk tata bahasa Inggris yang semrawut.

“Artikel yang diterbitkan bisa menjadi jurnal abal-abal karena tidak di-review terlebih dahulu atau asal terbit saja,” kata peraih penghargaan periset terbaik dan dosen berprestasi tahun 2015 ini.
Untuk itu, dalam agenda yang  juga dihadiri oleh Guru Besar International Islamic University Malaysia Prof Irwandi Jaswir dan Guru Besar Fakultas Teknik UNRI Prof Dr Amun Amri Ini, Saktioto berharap para akademisi memahami trik dan strategi dalam menerbitkan jurnal internasional agar tidak terjebak atau melibatkan diri kepada mafia publikasi yang merugikan.

“Semoga tumbuh spirit dan prestasi bagi akademisi untuk mempublikasikan hasil prestasi bereputasi tingkat internasional,” pungkas Saktioto.

Kegiatan ini merupakan bagian dari world class professor yang digagas oleh kemenristekdikti untuk menumbuhkan spirit dan prestasi para akademisi.(*2/ksm)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

1 hari ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 hari ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

1 hari ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

1 hari ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

1 hari ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

1 hari ago