Categories: Pekanbaru

Kedelai Meroket, Pedagang Tempe Naikkan Harga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejak beberapa bulan terakhir, para pedagang tempe dan tahu di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru mengeluhkan tingginya harga jual kacang kedelai. Harga bahan pokok pembuatan tempe dan tahu itu  mencapai Rp550 ribu per karung isi 50 kilogram (kg).

Mahalnya harga kedelai ini memaksa pedagang tempe dan tahu menaikkan harga jual produksi mereka sampai Rp1.000 hingga Rp1.500.

Pantauan Riau Pos, Ahad (4/7) di Pasar Dupa Jalan Jenderal Sudirman, sejumlah pedagang tempe menawarkan harga jual produk olahan dari kacang kedelai tersebut berkisar Rp3.500  hingga Rp6.000 per papan.

Menurut Yumi, salah seorang pedagang tempe di Pasar Dupa Pekanbaru, kenaikan harga jual tempe di Pasar Dupa Pekanbaru sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Sejak harga jual kacang kedelai yang menjadi bahan baku utama pembuatan tempe dan tahu mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

Tak hanya itu, dikatakan Yumi, dirinya juga kerap mendapatkan protes dari sejumlah pembeli yang merupakan langganannya karena ia menaikkan harga menjual tempe. "Sebenarnya nggak mau naikkan harganya, tapi mau bagaimana lagi. Kami saja sudah ngos-ngosan dengan harga kedelai yang terus naik,” ucapnya.

Lanjut Yumi, untuk harga jual kacang kedelai sekarung sebelum mengalami kenaikan hanya berkisar Rp300.000 lebih. Kini harga kacang kedelai di pasaran sekarung bisa sekitar Rp550.000.

Ia berharap harga kacang kedelai bisa turun dan stabil seperti dulu lagi. Agar dirinya bisa menjual tempe dengan harga normal kepada para pelanggan. "Ini untungnya juga nggak banyak. Sekitar Rp500 saja," ucapnya.

Sementara itu, Sari, salah seorang pembeli mengaku terkejut dengan harga jual tempe dan tahu mulai mengalami kenaikan harga jual. Menurutnya, meskipun terdapat sejumlah pedagang yang tetap tidak melakukan kenaikan harga. Namun, banyak pedagang yang malah mengecilkan ukuran tempe dan tahu agar tidak merugi. "Kaget mau beli tempe. Biasa Rp5.00 itu sudah yang paling mahal. Ini malah naik Rp1.000. Malah ada juga yang ukurannya diperkecil," kata dia. Ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera mengambil sikap guna menstabilkan kembali harga jual kacang kedelai, tahu dan tempe dipasaran.(lim)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

23 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

1 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

1 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

3 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago