Pengatur lalu lintas ilegal atau populer dengan sebutan Pak Ogah mengatur kendaraan yang akan memutar arah di u-turn Jalan HR Soebrantas, Selasa (4/6/2024). Keberadaan Pak Ogah, selain meresahkan, juga menyebabkan kemacetan di sejumlah titik u-turn di Kota Pekanbaru.
RIAUPOS.CO – Kota Pekanbaru sempat bersih dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL), Pak Ogah, serta gelandangan dan pengemis (gepeng). Ini terjadi menjelang kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Riau.
Kini, PKL, Pak Ogah, dan gepeng kembali menjamur.
Pantauan Riau Pos, Selasa (4/6) di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di simpang Mal SKA dan Living World, belasan gepeng melakukan aksi minta-minta dengan membawa kotak, alat kebersihan, dan lainnya.
Tak jarang, pengendara motor dan mobil yang enggan memberi uang dan menerima jasa mereka, para gepeng tetap bersikeras dan meminta imbalan kepada pengendara.
Pak Ogah juga mulai kembali ke jalan-jalan. Seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan HR Soebrantas, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Soekarno Hatta, dan lainnya.
Sedangkan di Jalan HR Soebrantas, PKL kembali berjualan di pinggir (bahu) jalan dan di atas trotoar.
Salah seorang pengendara mobil Heri Setiawan menyesalkan kembalinya para gepeng dan Pak Ogah. Padahal mereka sempat tidak ada selama beberapa hari saat presiden datang
”Harus ada tindakan tegas. Mereka bekerja dengan sekadar menadahkan tangan ke pengendara, kalau tidak dikasih marah dan melakukan aksi yang tidak pantas. Seharusnya pemerintah bisa menertibkan semuanya agar kota ini aman dari para gepeng dan Pak Ogah,” tegasnya
Menyikapi hal ini Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengaku pihaknya sudah mengintensifkan penertiban aktivitas gepeng yang masih kerap dijumpai di sejumlah persimpangan jalan.
Mereka menjangkau gepeng yang ada di persimpangan jalan di Kota Bertuah. Selain itu, Satpol PP Kota Pekanbaru juga menertibkan Pak Ogah atau pengatur lalu lintas ilegal yang ada di sejumlah ruas jalan.
”Penertiban aktivitas gepeng dan Pak Ogah ini juga menjadi atensi kami. Mereka ada di persimpangan jalan, lampu-lampu merah, dan ruas jalan protokol,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan uji coba menempatkan personel Satpol PP di titik-titik rawan gepeng dan Pak Ogah. Hal ini untuk mengantisipasi aktivitas mereka di jalanan.
”Saat ini masih ada kita temui aktivitas gepeng dan pak ogah di sejumlah ruas jalan. Ini terus kami tertibkan,” ujarnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…