Categories: Pekanbaru

Bansos Bermasalah, Tolak PSBB Tahap II

PEKANBRU (RIAUPOS.CO) — Sudah masuk pada penerapan tahap kedua, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Pekanbaru dikritik mahasiswa. Pasalnya, penyaluran bantuan sosial (bansos) pada PSBB tahap pertama saja hingga kini belum juga selesai.

Kritik ini disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lancar Kuning (Unilak). Karena lambannya penyaluran bantuan sembako ini, mereka menolak pemberlakuan PSBB tahap kedua. "BEM Unilak menolak dengan keras pemberlakuan PSBB tahap II dilanjutkan, apabila pendistribusian (bansos, red) tidak juga diselesaikan dalam jangka waktu lima hari," kata Presiden Mahasiswa Unilak Amir Arifin.

Sembako yang disalurkan adalah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 100 ton dari Bulog ditambah lauk pauk dari APBD Kota Pekanbaru. Sembako mulai dibagikan 25 April lalu secara simbolis dilepas oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT dan hingga kini belum juga selesai.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, Chairani mengatakan saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru  terus menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada 15.625 Kepala Keluarga (KK). Penyaluran memang belum didistribusikan menyuruh karena terkendala pada belum rampung nya validasi data dari RT/RW di beberapa kelurahan. "Baru sekitar 7 ribuan paket sembako yang sudah kami salurkan. Sekitar 30 kelurahan sudah didistribusikan," kata dia, Ahad (3/5).

Dari 83 Kelurahan yang telah mengajukan data, dikatakan Chairani, belum semuanya yang tervalidasi. Namun ia berharap segera mungkin bisa rampung, dan penyaluran dapat dituntaskan. "Kami upayakan dalam empat hari ke depan bisa kami salurkan semua. Pokoknya sesegera mungkin lah, sebelum bantuan PSBB tahap II kami salurkan juga," jelasnya.

Terkait penolakan RT/RW di beberapa kelurahan, ia menyebut akan tetap menyalurkan bantuan sembako di RT/RW tersebut. Pihaknya akan menambah kekurangan bantuan yang diajukan oleh RT/RW setempat pada PSBB tahap pertama di PSBB tahap II.

Pihaknya juga telah menggelar pertemuan dengan pihak camat dan lurah yang di wilayah nya mengalami penolakan sembako. "Kemarin kami sudah gelar pertemuan dan sudah mulai mengerucut ke titik temunya. Intinya bantuan itu tetap kami akan salurkan, nanti juga akan ada penambahan pada bantuan tahap II," singkatnya.(yls)

Laporan: M ALI NURMAN (Pekanbaru)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

3 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

3 jam ago

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…

3 jam ago

Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Jadi 800 Meter

Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…

6 jam ago

Putusan Banding PT Pekanbaru: Hukuman Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Diperberat 4 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…

1 hari ago

Panjat Atap Hingga Lompat Tembok, Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian

Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…

1 hari ago