Categories: Pekanbaru

Kampar Catatkan Inflasi Tertinggi di Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada bulan April, terjadi inflasi sebesar 3,99 persen year on year (YoY). Dikatakan oleh Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kampar sebesar 6,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,32 dan terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 2,96 persen dengan IHK sebesar 106,28.

‘’Inflasi YoY ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau,’’ paparnya dalam acara pres rilis di Kantor BPS Riau, Kamis (2/5).

Kenaikan harga juga ditunjukkan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,09 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,93 persen.

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,27 persen, kelompok transportasi sebesar 2,32 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,75 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,05 persen,  kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,75 persen dan kelompok lainnya.

Sedangkan tingkat inflasi month to month (MtM) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Riau bulan April 2024 masing-masing sebesar 0,05 persen dan 1,48 persen.

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi YoY pada April 2024,  antara lain beras, bawang merah, cabai merah, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), telur ayam ras, nasi dengan lauk, bawang putih, kentang, mobil, ayam hidup, cabai rawit, Sigaret Putih Mesin (SPM), ketupat atau lontong sayur, Sigaret Kretek Tangan (SKT), gula pasir, pisang, angkutan udara, terong, dan ikan lele.

Untuk komoditas yang memberikan sumbangan deflasi YoY, antara lain daging ayam ras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, jengkol, bahan bakar rumah tangga, tahu mentah, udang basah, petai, pir, sabun mandi cair, ikan asin teri, air kemasan, jeruk, celana panjang jeans pria, cumi-cumi, cat tembok, bensin, telepon seluler, ikan baung, bayam, dan pengharum cucian atau pelembut.

‘’Sementara komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi MtM pada April 2024, antara lain bawang merah, emas perhiasan, angkutan udara, ayam hidup, minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), angkutan antar kota, ikan serai, kentang, udang basah, tarif jalan tol, baju muslim wanita, beras dan bawang putih.

Kemudian mobil, tarif kendaraan travel, sate, baju anak stelan, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, dan tarif dokter umum,’’ jelasnya.(esi)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

1 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

1 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

1 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

1 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

1 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

1 hari ago