Categories: Pekanbaru

Babinsa Gelar Wasbang dan Bakti Sosial

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berlokasi di Jalan Badak ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru berdiri SD Marjinal 135 yang jauh dari sentuhan pemerintah. Dalam kesempatannya para Babinsa se-Kecamatan Tenayan Raya Korami 05/Sail Kodim 0301/Pekanbaru, melaksanakan kegiatan wawasan kebangsaan (wasbang) dan bakti sosial (baksos).

Komandan (Dan) Pos Tenayan Raya, Peltu F Siburian menjelaskan, pentingnya murid SD Marjinal 135 mengerti arti wawasan kebangsaan. “Wasbang adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” sebutnya pada, Sabtu (1/2). Ia menambahkan, kegiatan ini sangat perlu disuarakan kepada semua pihak. Tujuannya meringankan kesulitan warga masyarakat yang tidak mampu untuk membiayai kebutuhan anaknya di bangku sekolah.

Usai memberikan sambutan, acara selanjutanya Babinsa melatih singkat peraturan baris berbaris (PBB) dengan gerakan di tempat. Kemudian memberikan pemahaman wasbang kegiatan di lanjutkan pemberian bantuan.

Adapun bantuan yang telah dikumpulkan oleh Babinsa se-Kecamatan Tenayan Raya berupa buku 10 kodi (200 buah), tas 13 buah, sepatu tiga pasang, pena delapan lusin (96 buah), pensil 12 lusin (144 buah), penggaris empat lusin (48 buah), penghapus satu kotak (30 buah). Semua diserahkan langsung kepada kepala sekolah dan nantinya lebih bijak akan diserahkan kepada murid-muridnya yang sangat memerlukan.

Kepala SD Marjinal 135, Drs Basri mengucapkan ribuan terima kasih dan memberikan apresiasi dengan segala perhatian dan kepedulian Babinsa se-Kecamatan Tenayan Raya. “Bantuan ini sangat berarti bagi murid murid SD Marjinal 135, semoga apa yang telah diberikan menjadi cambuk untuk murid murid SD Marjinal lebih semangat belajar,” katanya.

Dijelaskannya sejarah singkat SD 135 Marjinal dibangun pada tahun 2006 di Jalan Badak ujung di sekitar lahan perkebunan adalah sekolah dasar yang memprihatinkan. Di mana sekolah di peruntukan bagi anak-anak dari  keluarga yang tidak mampu dan anak-anak putus sekolah. Kondisi tersebut banyak faktor, yang disebabkan karena tingkat ekonomi di daerah tersebut sangat rendah.

Orang tua murid SD Marjinal sebagian besar bekerja sebagai penjaga kebun dan buruh harian lepas. Terkadang kepala sekolah dan majelis guru mengupayakan berbagai cara untuk menyediakan pakaian dan murid-muridnya, yang tidak lagi mau sekolah dibujuk dan dijemput ke rumahnya agar mau sekolah.

Hal itulah yang membuat sikap kepedulian semua Babinsa se-Kecamatan Tenayan Raya terpanggil dan memiliki ide sesama babinsa untuk mengumpulkan dana dan mengajak beberapa orang pejabat seperti Lurah Rejosari Edi Fadilah SIP sangat mendukung dan menyiapkan lansung alat tulis yang akan diserahkan.(s/c)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

9 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

10 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

10 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

10 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

10 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

10 jam ago