Categories: Pekanbaru

Bejat, Ayah Setubuhi Anak Kandung

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polresta Pekanbaru menangkap seorang pria berinisial IJH (32) atas kasus persetubuhan anak di bawah umur pada Senin (23/9) lalu. Yang memilukan, korban merupakan anak kandungnya sendiri yang baru berusia 13 tahun.

Diduga, korban telah dirudapaksa ayah kandungnya sendiri sejak usia 12 tahun. Hal ini terungkap dalam laporan yang diterima Satreskrim Polresta Pekanbaru dari ibu korban sekaligus istri pelaku. Penanganan kasus ini dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra.

”Perkaranya sudah kami proses, terlapor sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kompol Bery, Selasa (1/10).

Sebelumnya beredar kabar bahwa polisi tidak memproses kasus pencabulan, melainkan kasus penculikan. Isu itu sekaligus ditepis Kompol Bery dengan jenis pasal yang dijeratkan kepada tersangka.

Informasi yang berhasil dihimpun Riau Pos, perbuatan bejat tersangka IJH terungkap saat korban bercerita kepada anak tetangga di sekitar tempat tinggal mereka. Cerita menjijikkan itupun sampai ke telinga sang ibu.

Begitu mendengar cerita itu, ibu korban tidak berpikir panjang. Dia langsung membuat laporan ke Polresta Pekanbaru. Polisi bergerak cepat memburu IJH, hingga dia diamankan dan ditetapkan tersangka selang 3 hari setelah dilaporkan.

Menurut Kompol Bery, pencabulan ini dilakukan berkali-kali dalam rentang waktu satu tahun terakhir. Pencabulan terakhir kali yang dialami korban terjadi pada Ahad (15/9) di rumah mereka di wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

”Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kejadian ini telah berlangsung setahun, sejak Juli tahun 2023 hingga tanggal 15 September 2024,” kata Kompol Bery.

Atas perbuatannya, IJH dijerat  Pasal 81 Jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Jo Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(end)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Lis Hafrida, Dosen Universitas Dumai yang Jadi Inspirasi Perempuan Dumai

Dosen Universitas Dumai, Lis Hafrida, raih penghargaan Tokoh Perempuan Pelopor Pendidikan 2026 pada momentum Hari…

10 jam ago

Pemkab Rohil Segera Terapkan Retribusi Air SPAM Durolis

Retribusi air SPAM Durolis di Rohil mulai diberlakukan Mei 2026 setelah sebelumnya gratis bagi ratusan…

11 jam ago

Razia PETI di Kampar, Polisi Amankan 6 Rakit di Sungai Singingi

Polisi razia PETI di Kampar Kiri dan menemukan 6 rakit tambang emas ilegal di Sungai…

11 jam ago

Fasilitas Baru Rusak, Halte TMP Pekanbaru Dipenuhi Coretan Tak Pantas

Halte Trans Metro Pekanbaru dipenuhi coretan vandalisme, warga keluhkan kenyamanan dan minta tindakan tegas dari…

12 jam ago

Adhi Prabowo Jabat Wakajati Riau, Kajati Tekankan Sinergi dan Transparansi

Adhi Prabowo resmi dilantik sebagai Wakajati Riau menggantikan Edi Handojo yang mendapat promosi ke Kejaksaan…

12 jam ago

Hasil Asesmen, Delapan JPTP Pemkab Inhu Akhirnya Dilantik

Sebanyak 8 pejabat tinggi pratama Pemkab Indragiri Hulu dilantik usai seleksi terbuka, dorong percepatan pembangunan…

12 jam ago