Kondisi halte bus TMP yang dipenuhi coretan di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (27/4/2026).EVAN GUNANZAR/RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aksi vandalisme terhadap fasilitas umum di Pekanbaru masih terus terjadi. Kali ini, halte bus Trans Metro Pekanbaru yang baru direvitalisasi menjadi sasaran coret-coretan yang mengganggu kenyamanan pengguna.
Dari pantauan di lapangan, berbagai tulisan hingga gambar yang tidak pantas terlihat memenuhi sejumlah bagian halte. Bahkan, beberapa coretan menutupi informasi penting yang seharusnya dibaca oleh penumpang.
Salah seorang pengguna halte, Isabilla (19), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku hampir setiap kali menunggu bus, selalu melihat coretan yang semakin hari semakin banyak.
“Sudah lama seperti ini. Ada tulisan kasar dan gambar yang tidak jelas,” ujarnya.
Ia berharap adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk mencegah aksi serupa, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV), pemberian sanksi tegas kepada pelaku, hingga penyediaan ruang khusus bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitas mural.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi fasilitas halte yang kurang memadai, terutama pencahayaan. Menurutnya, halte yang gelap dan berada di lokasi sepi membuka peluang terjadinya vandalisme.
“Lampunya perlu diperbaiki. Karena sepi, jadi ada kesempatan untuk corat-coret. Harus ada pengawasan lebih ketat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa aksi vandalisme terhadap fasilitas publik tidak bisa ditoleransi.
Ia menyebut masih banyak halte bus yang dipenuhi coretan, bahkan mengalami kerusakan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, aksi tersebut diduga dilakukan oleh kalangan muda yang sekadar iseng. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap termasuk perusakan fasilitas umum.
Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kasus ini. Bahkan, aparat telah mengamankan sejumlah pelaku vandalisme halte bus TMP.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah demi menciptakan lingkungan kota yang aman dan nyaman.
“Kami berharap masyarakat ikut merawat fasilitas yang ada. Peran bersama sangat penting, dan kami juga mendorong penegakan hukum agar pelaku mendapat efek jera,” tegasnya. (ayi)
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…