Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zulkardi (dua kiri) bersama 14 mantan guru memperlihatkan ijazah yang sempat ditahan oleh salah satu sekolah swasta, Rabu (30/4/2025). (Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru untuk riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 14 mantan guru di Kota Pekanbaru akhirnya menerima kembali ijazah mereka setelah sempat ditahan oleh salah satu sekolah swasta pada Rabu, 30 April. Sebelumnya, mereka sempat mengadu ke DPRD Kota Pekanbaru dan turut serta dalam rapat dengar pendapat di gedung dewan.
Atas kembalinya ijazah tersebut, Zulkardi, yang menjadi inisiator penyelesaian masalah ini, mengungkapkan rasa syukur. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pekanbaru itu berbagi cerita mengenai perjuangan panjang para guru dalam mendapatkan ijazah mereka kembali.
”Setelah unggahan saya terkait penahanan ijazah ini viral di media sosial, para guru menghubungi saya. Mereka sempat berencana untuk menyewa pengacara dan bahkan sudah mengumpulkan dana. Namun, akhirnya mereka memilih untuk meminta bantuan langsung kepada saya. Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) ijazah mereka telah kembali,” ungkap Zulkardi.
Zulkardi juga bercerita bahwa saat ia tengah memperjuangkan agar ijazah mantan karyawan Sanel Tour and Travel dikembalikan, ia kedatangan belasan guru yang mengaku ijazah mereka juga ditahan. Ia pun mengumpulkan data dan berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah terkait. Meski sempat terjadi perdebatan, pendekatan hukum dan komunikasi persuasif yang dilakukan Zulkardi membuahkan hasil. Ia mengingatkan bahwa menahan ijazah seseorang untuk kepentingan pribadi atau di luar hukum adalah tindakan yang tidak dibenarkan.
“Setelah melalui dialog yang intens, akhirnya pihak sekolah mengembalikan semua ijazah,” jelasnya.
Guru-guru yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti Ekonomi, Matematika, Informatika, Administrasi Bisnis, TKJ, Pendidikan Agama, Olahraga, serta Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, menyambut dengan haru kembalinya ijazah mereka. Bagi mereka, ijazah bukan sekadar dokumen, melainkan pintu untuk melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan. Zulkardi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua institusi pendidikan untuk lebih menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan hukum.
“Semoga ini menjadi pelajaran bersama. Pendidikan adalah jalan yang mulia, dan para guru adalah ujung tombaknya. Mereka berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan manusiawi,” tambah Zulkardi.
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…