Categories: Pekanbaru

Tampilkan Berbagai Adat dan Budaya Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Yayasan Begawai Riau Independen akan menggelar iven Bele Kampung, di Desa Wisata Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Iven Bele Kampung ini akan digelar selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (1-3/4) dengan mengangkat tema “Birunya Langitku, Hijaunya Negeriku”.

Program Bele Kampung ini merupakan pengusulan oleh Yayasan Begawai Riau Independen dan lulus sebagai penerima Dana Indonesiana dari  lebih dari 7.000an pengusul seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari Program Pendayagunaan Ruang Publik Kemendikbud Republik Indonesia Tahun 2023.

Adapun Bele (memelihara) Kampung merupakan bentuk ritual yang terdiri dari berbagai kegiatan adat istiadat, serta doa-doa yang dilakukan oleh pemimpin adat atau suku. Khusus pada tujuh masyarakat adat di Riau, ritual Bele Kampung masih menjadi kegiatan adat yang cukup rutin dilaksanakan, yang mana dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan seni dan budaya tradisi nenek moyang.

“Secara umum latar belakang dari iven Bele Kampung, karena sebagai makhluk hidup kita memiliki tempat tinggal masing-masing, artinya punya wilayah sendiri. Ibarat pepatah orang Melayu, tempat jatuh lagi dikenang apa tempat bermain. Sejauh-jauh Bangau terbang akan balik juga ke kubangan,” kata Ketua Yayasan Begawai Riau Independen, Benie Riaw.

Dia menjabarkan, orang Melayu di Riau masih tetap bisa bertahan dengan kearifan lokal, dan mampu menjaga se-isi kampung dari gempuran informasi dan teknologi. Dengan kata lain bukan tidak terbuka terhadap teknologi, melainkan mereka bisa mempertahankan kearifan lokal di tengah tantangan tersebut.

“Kita merasa, bahwa di kampung itu kita memiliki tanah, hutan, sungai. Tapi faktanya sekarang semua itu seperti mimpi di siang bolong. Berangkat dari sedikit latar belakang inu Yayasan Begawai Riau Independen dan didukung oleh Dana Indonesiana menggagas serta menggelar kegiatan Bele Kampung untuk mengajak kita semua, rindu kampong, merawat kampong, jaga kampung (itulah Bele Kampong),” jelas pria yang akrab di sapa Babe ini.

Sebagai penyelenggara, pihak Yayasan Begawai Riau Independen menilai bahwa Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, dianggap ideal untuk dijadikan sebagai lokasi event Bele Kampung. Selain lokasi yang sangat dekat dengan Kota Pekanbaru, di desa ini memiliki suasana perkampungan yang asri.

“Kampongnya sangat ideal dengan apa yang kita inginkan. Artinya sesuai dengan konsep kegiatan yang sudah kami dan rancang, dan di desa ini memiliki value yang komprehensif,” sambungnya.

Sementara itu, Art Director Event Bele Kampung, Fachrozi Amri mengungkapkan bahwa iven Bele Kampung yang akan dilangsungkan selama tiga hari ini akan diisi dengan serangkaian acara. Yakni pembukaan dan sarasehan pada 1 April 2024 yang diisi oleh Budayawan Riau Syaukani Al Karim dan Azwar, serta Aktifis Lingkungan dari Jikalahari Made Ali.

Lalu dilanjut dengan Coaching Clinic di tanggal 2 April 2024 yang diisi oleh akademisi atau etnomusikologi Hukmi, Praktisi Sound System Tasrizon Saputra dan Praktisi Lighting Deka, selanjutnya Lokakarya Tradisi yang berlangsung sejak 1-3 April 2024, berupa bazar tradisi yang memamerkan produk-produk budaya dari masing-masing komunitas adat dan permainan rakyat.

“Lalu ditutup dengan konser lintas seni menampilkan tujuh komunitas adat, lima grup kontemporer Riau dan sejumlah penampilan Ekspresi Budaya lainnya pada tanggal 3 April 2024,” ungkapnya Rozi panggilan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Desa Buluh Cina, Azriyanto mengatakan bahwa pemerintah desa warga setempat sangat antusias dan mendukung penuhprogram Bele Kampung yang diselenggarakan oleh Yayasan Begawai Riau Independen. Adapun salah satu bentuk dukungan masyarakat, yakni bahu membahu terutama dalam hal persiapan acara.

“Warga kami menyadari bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan kampung mereka ke publik,” katanya.

Selain itu, identitas Desa Buluh Cina sebagai desa wisata, tentunya sangat terbantu dalam hal promosi wisata. “Dengan adanya kegiatan Bele Kampung, diharapkan akan berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan, sehingga berimbas pada ekonomi masyarakat lewat UMKM-nya,” tuturnya.(***)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Redaksi

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

19 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

19 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

20 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

20 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

20 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

20 jam ago