Categories: Pekanbaru

Beredar Informasi Pekanbaru Karantina Wilayah 7 April, Pemko Sebut Hoaks

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepanjang Rabu (1/4), beredar pesan singkat yang menyebutkan karantina wilayah di Pekanbaru akan diterapkan 7 April nanti hingga 20 hari ke depan. Informasi itu dipastikan hoaks karena penerapan karantina wilayah harus melalui izin pemerintah pusat.
Pesan yang beredar lewat WhatsApp itu berbunyi; berdasarkan rapat walikota dengan camat dan kepala opd kota Pekanbaru, Pekanbaru akan dilakukan karantina wilayah selama 20 hari dimulai dari hari selasa minggu depan tanggal 7 april 2020. Diharapkan kepada seluruh penduduk dan masyarakat untuk tidak keluar rumah dengan alasan apapun. Aparat yg bertugas akan mengejar masyarakat yang keluar rumah, maka dari itu persiapkan diri dan keluarga untuk tetap dirumah, dengan tidak keluar rumah selama 20 hari. Karena tidak akan ada 1 orang pun yang keluar rumah kecuali petugas polisi, TNI dan Satpol PP yang bertugas.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemko Pekanbaru Mas Irba Sulaiman  menegaskan informasi tersebut tidak benar. ’’Saat ini memang Pemko Pekanbaru merencanakan karantina wilayah, tapi tidak seperti tertanggal yang informasi tersebut. Jadi masyarakat tidak perlu resah dan tak termakan hoaks tersebut,’’ sebutnya.
Sekarang Pemko Pekanbaru sedang  mempersiapkan langkah-langkah menuju hal itu dengan mengacu Perpres No 21 tahun 2020 tentang PSBB. Di antaranya saat ini pemko sedang mendata jumlah masyarakat miskin yang akan diberi bantuan.
"Pemko akan terus memantau peningkatan ODP dan PDP di wilayah Kota Pekanbaru khususnya di tiga kecamatan, yaitu, Kecamatan Tampan, Bukitraya dan Marpoyan Damai. Ini karena di ketiga kecamatan tersebut masih banyak yang membandel dan menganggap sepele Covid-19,’’ ungkapnya.
Jika pertambahan ODP dan PDP naik, maka dengan terpaksa pemberlakuan PSBB di Pekanbaru dilaksanakan selama 20 hari. ’’Tapi terlebih dahulu pemko akan mengajukan izin ke Presiden melalui Menteri Kesehatan. Setelah itu, baru kita laksanakan karantina wilayah. Kami harapkan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang valid hanya dari Pemko Pekanbaru,’’ singkatnya.
Jumlah warga Kota Pekanbaru yang terkait dengan mewabahnya Covid-19 memang terus bertambah. Hingga Rabu (1/4), sudah ada 495 orang dalam pemantauan (ODP) dan 54 pasien dalam pengawasan (PDP), dan dua pasien positif dengan satu di antaranya dinyatakan sembuh.
Laporan: M Ali Nurman
Editor: Firman Agus

Share
Published by

Recent Posts

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

3 jam ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

4 jam ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

4 jam ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

4 jam ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

4 jam ago

Jelang Ramadan, Bupati Rohul Silaturahmi dengan 230 Mubalig dan Anak Yatim

Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Rohul silaturahmi dengan 230 mubalig dan anak yatim, serahkan bantuan…

4 jam ago