DUMAI (RIAUPOS.CO) – Usaha peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor budidaya ikan air tawar di wilayah Kota Dumai ternyata dinilai masih menjanjikan. Mengingat budidaya ikan air tawar ini masih menjanjikan sehingga dibentuk Forum Komunikasi Kelompok Pembudidaya Ikan (Fokdakan) Kota Dumai.
Wali Kota Dumai H Paisal kepada awak media, Senin (23/9) menjelaskan, keberadaan Fokdakan ini sangat penting dalam mengoptimalkan potensi di sektor perikanan air tawar. Dimana, kegiatan budidaya ikan air tawar sangat bermanfaat bagi masyarakat lantaran mampu meningkatkan pendapatan ekonomi dan lapangan pekerjaan serta dapat dijadikan kawasan destinasi wisata.
”Dan kita melihat, potensi di sektor perikanan air tawar ini masih menjanjikan untuk dikembangkan di wilayah Kota Dumai ini,” kata Paisal.
Untuk kegiatan budidaya ikan air tawar pertahunnya mampu menghasilkan sekitar 200 ton per tahun. Sedangkan budidaya udang vaname mampu menghasilkan sekitar 9,3 ton per tahun.
Mengingat potensi di sektor budidaya ikan air ini cukup menjanjikan, gilirannya dibentuk 47 kelompok pembudidaya ikan air tawar di Kota Dumai yang berasal dari tujuh kecamatan. Kelompok pembudidaya ikan air tawar dan Fokdakan ini telah dikukuhkan di gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung.
”Kita menilai hasil tahun ini dinilai cukup baik. Dengan adanya kelompok pembudidaya dan Fokdakan ini, diharapkan produksi budidaya ikan air tawar di Dumai bisa lebih meningkat lagi,” kata Paisal.(ade)
Laporan Syahri Ramlan, Dumai
Seorang remaja 15 tahun di Rupat, Bengkalis, diamankan polisi usai kedapatan membawa paket sabu 0,38…
Siswa kelas VI MI Assidigiyah Siak, Afif Muhammad Thoifur, sukses mengharumkan nama Riau usai meraih…
Disdikbud Kepulauan Meranti melakukan penataan jabatan kepala sekolah. Sebanyak 62 posisi bakal diganti, sementara 13…
Akibat kabut asap dan kualitas udara buruk di Pekanbaru, Panitia Imlek Bersama memutuskan meniadakan perayaan…
Tim bulutangkis putri Indonesia menang telak 3-0 atas Mongolia pada babak 16 besar Asian Games…
Kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar KM 25 menewaskan seorang ustaz dan dosen akibat…