Categories: Dumai

Pengunjung Bandar Bakau Dumai Setiap Bulan 1.500 Orang

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Kawasan Bandar Bakau Dumai berada di Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai telah menjadi tempat destinasi wisata yang sangat favorit untuk dikunjungi. Selain menyediakan potensi wisata alam maupun kulinernya, ternyata Bandar Bakau Dumai menjadi pusat edukasi berkarakter lingkungan.

‘’Kalau dirata-ratakan, dalam satu bulan ini, jumlah pengunjung yang datang ke Bandar Bakau Dumai bisa mencapai 1.500 orang,’’ kata penggiat lingkungan hidup Darwis berusia sekitar 55 tahun.

Banyaknya jumlah pengunjung yang datang ini, selain untuk menyaksikan potensi alam dan wisata kulinernya juga untuk belajar di alam secara terbuka.

‘’Alhamdulillah, Bandar Bakau Dumai ini menjadi pusat edukasi khususnya pendidikan berkarakter lingkungan. Pendidikannya dilaksanakan di luar dan menyatu dengan alam,’’ kata Darwis.

Bandar Bakau Dumai merupakan konservasi hutan mangrove yang luas mencapai sekitar 26 hektare. Di atas lahan seluas itu, Bandar Bakau Dumai memiliki berbagai jenis mangrove yang salah satunya adalah Rhizophora mucronata. Gilirannya pengunjung yang ada selain untuk belajar di alam terbuka juga menikmati kawasan hutan bakau menggunakan sampan.

Selain mengenal mangrove, kawasan yang direhabilitasi ini merupakan tempat bagi hewan. Khususnya yang bergantungan dengan mangrove dan menjadi kesatuan ekosistem. ‘’Bandar Bakau itu menjadi hewan yang bergantung dengan mangrove. Seperti kerang-kerangan, burung berupa punai dan gagak serta lainnya. Sedangkan di waktu air laut pasang, Bandar Bakau terdapat sejumlah ikan maupun udang,’’ kata Darwis.

Kendati sudah mampu membentuk Bandar Bakau Dumai, namun Darwis untuk tahap awalnya tidak begitu tertarik dengan penghargaan dari pemerintah berupa Kalpataru. Alasannya lantaran dirinya waktu itu belum begitu siap.

Apalagi dirinya pernah mendapatkan informasi tentang adanya penghargaan berupa Kalpataru yang sudah diserahkan terpaksa ditarik kembali lantaran wilayahnya dijadikan jalan. ‘’Atas ketidaksiapan itu serta adanya informasi itu, saya tidak begitu tertarik dengan Kalpataru,’’ kata Darwis.

Namun, berkat dukungan dan dorongan dari semua pihak terkait, tahun ini Darwis sudah membulatkan tekadnya buat merebut penghargaan Kalpataru. Ini ditandai dengan sudah dimasukannya data serta profil Darwis sebagai penggiat lingkungan hidup ke menteri lingkungan hidup. ‘

’Saat ini, saya sudah siap untuk itu,’’ kata Darwis sambil menambahkan keberadaan Bandar Bakau Dumai memang untuk kepentingan edukasi dan destinasi wisata.(sah)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

52 Jalur Siap Bertanding di Pacu Jalur Mini Kuansing, Ini Total Hadiahnya

Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…

11 jam ago

Ingin Staycation Saat HUT RI? Hotel Dafam Pekanbaru Punya Promo Menarik

Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…

12 jam ago

Pemko Pekanbaru Gencar Perbaiki Jalan, DPRD Ingatkan Soal Aspal Cepat Rusak

DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…

12 jam ago

Pacu Jalur 2026 Segera Dimulai, Empat SPBU Kuansing Jadi Prioritas Tambahan BBM

Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…

12 jam ago

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri Raih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…

13 jam ago

Rumah Warga di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan Terbakar, Ini Kondisi Penghuninya

Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…

18 jam ago