Penggiat lingkungan hidup Dumai Darwis (tiga kiri) bersama Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan, Dandim 032 Dumai Letkol Inf Antony Tri Wibowo dan Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianton melakukan penanaman mangrove di Bandar Bakau Dumai, Rabu (21/2/2024). (SYAHRIRAMLAN/RIAU POS)
DUMAI (RIAUPOS.CO) – Kawasan Bandar Bakau Dumai berada di Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai telah menjadi tempat destinasi wisata yang sangat favorit untuk dikunjungi. Selain menyediakan potensi wisata alam maupun kulinernya, ternyata Bandar Bakau Dumai menjadi pusat edukasi berkarakter lingkungan.
‘’Kalau dirata-ratakan, dalam satu bulan ini, jumlah pengunjung yang datang ke Bandar Bakau Dumai bisa mencapai 1.500 orang,’’ kata penggiat lingkungan hidup Darwis berusia sekitar 55 tahun.
Banyaknya jumlah pengunjung yang datang ini, selain untuk menyaksikan potensi alam dan wisata kulinernya juga untuk belajar di alam secara terbuka.
‘’Alhamdulillah, Bandar Bakau Dumai ini menjadi pusat edukasi khususnya pendidikan berkarakter lingkungan. Pendidikannya dilaksanakan di luar dan menyatu dengan alam,’’ kata Darwis.
Bandar Bakau Dumai merupakan konservasi hutan mangrove yang luas mencapai sekitar 26 hektare. Di atas lahan seluas itu, Bandar Bakau Dumai memiliki berbagai jenis mangrove yang salah satunya adalah Rhizophora mucronata. Gilirannya pengunjung yang ada selain untuk belajar di alam terbuka juga menikmati kawasan hutan bakau menggunakan sampan.
Selain mengenal mangrove, kawasan yang direhabilitasi ini merupakan tempat bagi hewan. Khususnya yang bergantungan dengan mangrove dan menjadi kesatuan ekosistem. ‘’Bandar Bakau itu menjadi hewan yang bergantung dengan mangrove. Seperti kerang-kerangan, burung berupa punai dan gagak serta lainnya. Sedangkan di waktu air laut pasang, Bandar Bakau terdapat sejumlah ikan maupun udang,’’ kata Darwis.
Kendati sudah mampu membentuk Bandar Bakau Dumai, namun Darwis untuk tahap awalnya tidak begitu tertarik dengan penghargaan dari pemerintah berupa Kalpataru. Alasannya lantaran dirinya waktu itu belum begitu siap.
Apalagi dirinya pernah mendapatkan informasi tentang adanya penghargaan berupa Kalpataru yang sudah diserahkan terpaksa ditarik kembali lantaran wilayahnya dijadikan jalan. ‘’Atas ketidaksiapan itu serta adanya informasi itu, saya tidak begitu tertarik dengan Kalpataru,’’ kata Darwis.
Namun, berkat dukungan dan dorongan dari semua pihak terkait, tahun ini Darwis sudah membulatkan tekadnya buat merebut penghargaan Kalpataru. Ini ditandai dengan sudah dimasukannya data serta profil Darwis sebagai penggiat lingkungan hidup ke menteri lingkungan hidup. ‘
’Saat ini, saya sudah siap untuk itu,’’ kata Darwis sambil menambahkan keberadaan Bandar Bakau Dumai memang untuk kepentingan edukasi dan destinasi wisata.(sah)
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…