Categories: Metropolis

5.000 Hewan Kurban Diperkirakan Masuk Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Pekanbaru memperkirakan akan ada sekitar 5.000 hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru.

Kepala Distankan Pekanbaru Muhammad Firdaus menyebutkan, beberapa pekan jelang Hari Raya Iduladha 1445 H/2024 M, permintaan hewan kurban di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan, sehingga Pemerintah Kota Pekanbaru memperkirakan akan ada sekitar 5.000 hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru.

”Kami memperkirakan ada sekitar 5.000 hewan kurban yang akan masuk ke Pekanbaru,” ucapnya, Kamis (30/5).

Hewan-hewan kurban ini akan didatangkan dari berbagai daerah. Mulai dari luar Kota Pekanbaru, hingga dari luar Pulau Sumatera.

”Untuk hewan kurban yang datang ke Pekanbaru kebanyakan didatangkan dari sejumlah daerah, di antaranya kawasan luar Pekanbaru seperti dari Kabupaten Kuansing, Inhu, Dumai, Siak. Sedangkan lainnya dari Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga berasal dari Pulau Jawa,” ujar Firdaus.

Firdaus memastikan, Distankan Pekanbaru juga telah melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban pengecekan terhadap 3.000 hewan kurban yang telah ada pada peternak dan penjual hewan kurban.

Sehingga, Pemko Pekanbaru memprediksi keperluan hewan kurban di Kota Pekanbaru sekitar 8.000 ekor. Di mana saat ini sudah ada stok sekitar 3.000 ekor lebih yang sudah dilakukan pemeriksaan.

”Yang lima ribuan ekor ini yang akan terus berdatangan ke Pekanbaru jelang Iduladha karena memang permintaannya yang tinggi,” katanya

Tak hanya itu, Distakan juga telah memastikan jika hewan ternak yang masuk ke Kota Pekanbaru harus mengantongi surat kesehatan.

Untuk itu Distakan telah menurunkan tim yang akan memeriksa kesehatan hewan kurban agar layak dikonsumsi masyarakat.

”Terdapat beberapa kriteria dalam menentukan hewan kurban agar semua sesuai standar serta syariat. Seperti hewan yang cukup umur, tidak kurus, tidak pincang, tidak buta serta tidak berpenyakit. Tim kami sampai saat ini alhamdulilah tidak menemukan hewan yang mengidap penyakit LSD dan PMK pada hewan sapi dan kambing,” ujarnya.(yls)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

Redaksi

Recent Posts

19 Pesepeda Rumbai Gowes Club Siap Taklukkan Riau Pos Gowes Merdeka 2026

Rumbai Gowes Club membawa 19 peserta dalam Riau Pos Gowes Merdeka 2026 pada 30 Agustus.…

1 jam ago

IPDN Buka Seleksi Calon Praja 2026, Anak Meranti Diminta Siapkan Dokumen dari Sekarang

SPCP IPDN 2026 dibuka 18-30 Agustus. Putra-putri Meranti bisa mendaftar dengan memenuhi syarat usia, pendidikan,…

2 jam ago

10.987 Napi di Riau Dapat Remisi Kemerdekaan, 185 Langsung Bebas

Sebanyak 10.987 napi di Riau mendapat remisi Kemerdekaan. Dari jumlah itu, 185 napi menerima Remisi…

2 jam ago

DPR RI Minta Agrinas Selektif Pilih Mitra, Jangan Sampai Konflik Perkebunan Terulang

DPR RI meminta Agrinas selektif memilih mitra KSO agar konflik perkebunan tak berulang dan masyarakat…

2 jam ago

Tim Pengabdian Universitas Riau Gelar Pelatihan Digital, Pengikut Instagram Sanggar Teater Anak Pekanbaru Melonjak 262,9 Persen

Sanggar Keletah Budak Pekanbaru memperkuat promosi digital. Pengikut Instagram naik 262,9 persen dan konten ditonton…

3 jam ago

Tak Berizin dan Membahayakan, Kabel FO Semrawut di Pekanbaru Segera Ditertibkan

Pemko Pekanbaru segera menertibkan kabel fiber optik semrawut, terutama yang tak berizin dan menjuntai karena…

3 jam ago