MUFLIHUN
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Muflihun SSTP MAP kembali menyoroti banyaknya jalan rusak di Kota Pekanbaru akibat dampak galian proyek. Pj Wako mengingatkan pihak pelaksana proyek agar berkoordinasi dengan pemko saat melakukan galian di badan jalan.
Kali ini Pj Wako menyoroti galian proyek sistem pengadaan air minum (SPAM). Seperti di ruas Jalan Tuanku Tambusai arah Jalan Jenderal Sudirman dan di beberapa jalan lainnya. Bagian kiri badan jalan banyak lubang-lubang bekas galian yang tak kunjung ditutup.
Menurut Pj Wako, pelaksana proyek tidak memiliki planing. Seharusnya, menurut orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini, pihak pelaksana memberitahukan kepada pemerintah setempat, baik camat maupun pemko, terkait adanya pengerjaan di jalan tertentu. Sehingga masyarakat tidak lagi bertanya-tanya, dan tiba-tiba jalan sudah digali.
”Kami sudah atensikan juga ini kepada asisten, ketika ada proyek melubangi jalan agar menginformasikan kepada kita, biar kita informasikan kepada camat. Sehingga masyarakat tahu dan tidak terganggu,” tegas Muflihun, Ahad (25/2).
Ke depan, dirinya ingin proyek galian di jalan-jalan agar ada pemberitahuan dulu. Dirinya tidak ingin jalan yang sudah bagus kembali dirusak karena pengerjaan yang berulang-ulang.
”Jangan seperti saat ini, begitu jalan bagus dilubangi lagi, begitu bagus dilubangi lagi, itu kan mubazir perbaikan yang dilakukan,” imbuhnya.(ilo)
Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…
Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…