SYAFNIL
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sekelompok remaja nekat melempari petugas kepolisian dengan petasan, Ahad (2/3) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Aksi nekat mereka ini terjadi setelah petugas melakukan razia untuk mencegah aksi balap liar di Pekanbaru selama bulan Ramadan 1446 H.
Peristiwa pelemparan itu berawal saat Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil bersama lima orang anggotanya melakukan razia balap liar di Jalan Kaharuddin Nasution tepatnya di depan SMK Negeri Pertanian Provinsi Riau, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Pada saat melakukan razia, petugas dilempari petasan. ”Kami dilempari petasan saat kita menghadang ratusan konvoi balap liar di Jalan Kaharuddin Nasution depan SMK Pertanian, mereka tidak terima dengan razia yang kita lakukan,” ujar Kompol Syafnil, Senin (3/3).
Bukan hanya petasan, para remaja ini juga melempari petugas dengan paralon yang sudah dimodifikasi menjadi petasan. Selain itu juga, para remaja yang diduga kurang mendapatkan pendidikan agama tersebut nekat menembakkan sinar laser ke mata pengendara yang tengah melintas.
”Mereka juga menembakkan sinar laser ke mata pengendara yang melintas. Ini tentunya sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan,” kata Kapolsek.
Petugas langsung mengejar para remaja tersebut dan berhasil mengamankan dua pelaku. Yaitu RA (15) dan RH (15). Saat dilakukan pemeriksaan kedua pelaku ternyata masih dibawah umur dan masih duduk di bangku SMP.
Kemudian, pelaku dipulangkan ke orang tuanya setelah membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.(dof)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.