Categories: Lingkungan

Gerakan Kesadaran Masyarakat Peduli Lingkungan

RIAUPOS.CO – LINGKUNGAN merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik benda hidup maupun tak hidup, yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Namun apa jadinya jika, segudang manfaat yang seharusnya dapat dirasakan malah berubah menjadi bencana lantaran terjadinya kerusakan lingkungan yang membuat kondisi di mana lingkungan mengalami kerusakan dan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah serta dapat menyebabkan bencana alam yang mungkin saja bisa mengakibatkan kehilangan nyawa.

Padahal, kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan bukan hanya merupakan tanggung jawab segelintir orang atau organisasi saja, melainkan tugas semua pihak, termasuk masyarakat.

Bahkan saat ini banyak masyarakat yang mulai menyadari pentingnya menjaga lingkungan karena merupakan kewajiban bersama untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup, serta keseimbangan ekosistem dan upaya untuk mencegah kerusakan alam dan mitigasi bencana.

Itu sebabnya Kampung Berseri Astra Indah Madani mengapresiasi langkah dari seluruh kalangan, baik masyarakat maupun mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan.

Kegiatan yang baru-baru ini dilaksanakan oleh Kelompok 13 KKN Universitas Muhammadiyah Riau di Kelurahan Tangkerang Labuai dengan program kerja yang pro terhadap lingkungan, mendapatkan apresiasi dari Koordinator Wilayah (Korwil) Kampung Berseri Astra yang diserahkan langsung oleh Kader Pengerak Kampung Berseri Astra (KBA) Mirshal didampingi oleh Korwil Kampung Berseri Astra Indah Madani Pekanbaru, Khaerudin, bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Muhammadiyah Riau Dr Desy Mairita SIKom MIKom kepada kelompok 3 mahasiswa KKN dari kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2024 di Kelurahan Tangkerang Labuai.

Menurut Kader Penggerak Kampung Berseri Astra (KBA) Mirshal saat penjemputan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau, Korwil Kampung Berseri Astra Khaerudin mengapresiasi progam kerja yang dilakukan oleh mahasiswa tentang lingkungan.

Di mana dari sejumlah program yang dilakukan tersebut memiliki manfaat yang sangat berarti dam menjaga lingkungan dan dapat membuat lingkungan menjadi sehat dan bebas dari kotoran, debu, sampah, dan bau yang tidak sedap.

Menjaga lingkungan juga dapat mencegah berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan muntaber, serta dapat menyediakan oksigen, makanan, air bersih, tempat tinggal bagi berbagai spesies, dan memiliki nilai estetika dan rekreasi.

Sementara itu untuk program kerja yang telah berhasil dilakukan oleh para mahasiswa dalam menjaga lingkungan sekitar salah satunya dengan membuat lubang biopori.

Lubang biopori sendiri merupakan lubang resapan berbentuk silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah untuk mengatasi genangan air.

Biopori merupakan salah satu metode konservasi tanah yang dapat meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah.Biasanya lubang biopori berdiameter sekitar 10 hingga 30 cm dan juga tidak mempunyai permukaan tanah air dangkal dan memiliki manfaat dalam membantu mengatasi genangan air dan banjir dengan meningkatkan daya serap air tanah, meningkatkan kualitas air karena berfungsi sebagai penyaring alami, membantu memperbaiki struktur tanah dan memperkaya kandungan bahan organik di dalamnya dan dapat membantu mengurangi erosi serta meningkatkan cadangan air tanah karena berfungsi sebagai jalur masuknya air hujan ke dalam tanah.

“Lubang biopori sebaiknya dibuat di area terbuka yang akan terkena air hujan, seperti halaman rumah, sekitar pepohonan, atau sekitar tempat parkir. Lubang biopori dapat membantu air meresap ke dalam tanah dan mencegah banjir karena sampah organik yang ada di dalam lubang juga menjadi makanan bagi cacing tanah sehingga membuat tahan menjadi subur,”katanya

Selain itu, program kerja yang dilakukan berupa pembuatan kompos cair dari kulit pisang yang mengandung unsur nitrogen yang dibutuhkan tanaman pada awal pertumbuhan vegetatif hingga masa pembungaan.

Kompos kulit pisang memiliki banyak manfaat bagi tanaman, di antaranya memperkuat sistem kekebalan tanaman, mencegah layu, meningkatkan kualitas buah, memelihara akar, membantu proses pembungaan, memberikan energi tanaman untuk melawan penyakit, membuat tanaman lebih tahan kekeringan, dan membuat tanaman lebih tahan terhadap hama.

“Pupuk cair dapat membantu merangsang tumbuh kembang tanaman karena memiliki banyak kelebihan seperti sumber bahan makanan bagi mikroorganisme tanah, seperti bakteri, fungi yang menguntungkan,”jelasnya.

Tak hanya lubang biopori dan kompos cair, para mahasiswa ini lanjut Mirshal juga mengadakan kegiatan pencangkokan pohon berbuah, pelayanan kesehatan di posyandu,dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama meriahkan HUT ke-79 RI dengan sejumlah lomba.

”Program kerja mereka ini benar-benar sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat dan desa hijau sesuai dengan program yang dimiliki oleh KBA Indah Madani,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Kampung Berseri Astra Indah Madani Pekanbaru Khaerudin menjelaskan Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan terimakasih atas kepedulian para mahasiswa terhadap lingkungan maka pihaknya memberikan 23 piagam penghargaan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau.

”Kami berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa yang membawa program kepedulian terhadap lingkungan di kawasan KBA Indah Madani ini sehingga masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ucapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Muhammadiyah Riau Dr Desy Mairita SIKom MIKom mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Kampung Berseri Astra Indah Madani dan pendamping KKN Kelurahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukit Raya karena telah memberikan mendukung program yang dijalankan oleh para mahasiswa untuk kepentingan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas partisipasi ini semoga kepadanya Kampung Berseri Astra Indah Madani sukses selalu,” tegasnya.(gus)

 

Laporan Prapti Dwi Lestari , Pekanbaru

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

3.000 Peserta dan 12 Mobil Hias Semarakkan Pawai Waisak di Pekanbaru

Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…

2 jam ago

Kasus Sadis Sopir Truk Minyakita di Pekanbaru Terungkap, Rekan Kerja Jadi Otak Pelaku

Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…

2 jam ago

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

23 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

3 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago