Categories: Hukum Kriminal

Darmizal Prihatin Korban Teroris MIT di Poso Sepi Perhatian Masyarakat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Umum Relawan Jokowi alias ReJO, HM Darmizal MS, mengkritik tren yang terjadi sekarang ketika masyarakat Indonesia lebih memilih membela Palestina secara over reaktif, namun melupakan kondisi yang terjadi di dalam negeri.

Dia menilai, pembantaian yang dilakukan kelompok  Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berafiliasi dengan ISIS di Pegunungan Pohu, Desa Klimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2021) adalah perbuatan biadab dan tidak berprikemanusiaan. 

Kadar biadabnya, lanjut Darmzial, mirip dengan kekejian Israel yang membantai warga Palestina. Oleh karena itu, kita jangan sampai lengah dan mengabaikan kejadian dalam negeri serta over reaktif terhadap konflik Israel-Palestina. 

“Sejatinya, soal pembantaian di Poso ini juga harus menjadi perhatian utama kita,” ujar Darmizal  di Jakarta,  Jumat (21/5/2021). 

Sebelumnya, teroris MIT yang berafiliasi dengan ISIS ini telah membunuh empat orang petani. Keempat jenazah ditemukan dalam keadaan kepala terpenggal. 

Menurut Darmizal, alih-alih merasakan duka sebagai sesama anak bangsa, peristiwa pembantaian di Poso ini sangat sepi dari perhatian. Di sisi lain banyak warga negara, politisi bahkan pemerintah berlomba-lomba bersuara dan mengulurkan bantuan untuk peristiwa yang sangat jauh terjadi di Palestina. 

“Kejadian di Poso tersebut sangat mengerikan. Ini adalah tragedi kemanusiaan. Di mana empat warga yang tidak bersalah dipenggal kepalanya oleh kelompok teroris MIT. Namun, nyaris tidak ada perhatian dari sesama anak bangsa. Bahkan suara untuk mengecam MIT juga tidak terdengar,” ungkap Darmizal. 

Dia menilai saat ini banyak pihak sedang sibuk dan berlomba-lomba memamerkan dukungan bagi Palestina. Termasuk dengan aksi penggalangan dana dengan alasan kemanusiaan. Sedangkan tindakan keji di Poso sepi perhatian. Bagi Darmizal, hal ini adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan. 

“Lihatlah di negeri sendiri, peristiwa yang sangat keji terjadi, tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap MIT. Tidak ada yang menggalang dana untuk keluarga korban pembantaian. Rasa empati sudah hilang," ujar Darmizal.

Pria asal Sumatera Barat ini meyakini pemerintah dan aparat terkait seperti polisi dan BNPT segera mengambil sikap tegas terhadap krisis kemanusiaan di Poso. Perbuatan semena-mena dan keji tak bisa dibiarkan dalam kondisi apapun. 

Presiden Jokowi pasti sangat geram terhadap peristiwa ini sebagaimana geramnya Presiden terhadap peristiwa yang terjadi di Israel dan Palestina. 

“Saya sangat bersepakat bahwa pelanggaran HAM di Palestina harus dihentikan dan Palestina hidup merdeka di tanah mereka. Namun, tentu akan lebih lebih tepat, jika kita bereskan dulu urusan dalam negeri. Jangan sampai warga negara sendiri dibantai dengan keji dan tidak mendapat perhatian, tetapi justru memberikan bantuan kepada pihak lain yang sangat jauh,” kata Darmizal.

Sumber: JPNN/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Unri Jadi Percontohan Tanoto Foundation dalam Pengembangan Soft Skills Mahasiswa

Unri menjadi best practice implementasi Student Development Journey Tanoto Foundation berkat digitalisasi Student Journey ASRI…

17 menit ago

GSSB Digelar Dua Kali Sebulan, Pemkab Rohul Optimalkan Peran 145 Masjid Paripurna

Pemkab Rohul mengaktifkan 145 Masjid Paripurna melalui Gerakan Salat Subuh Berjemaah guna memperkuat syiar Islam…

22 menit ago

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Sasar Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat, 4 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru menggelar razia di Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat. Empat orang diamankan, seluruhnya…

42 menit ago

Didemo Emak-emak, Tujuh Kafe Remang-remang di Tapung Akhirnya Disegel

Tujuh kafe di Desa Gading Sari, Tapung, disegel tim gabungan setelah dikeluhkan warga. Petugas juga…

1 jam ago

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

22 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

22 jam ago