PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Satu bulan sudah senjata api (senpi) disimpan oleh pria berinisial AR alias Buyung yang mendapat dari M yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Senpi tersebut diserahkan ke AR dengan tujuan membayar utang karena tak dapat dibayar dengan uang.
AR yang sudah diamankan di Polsek Tampan bersama dengan rekannya ADM alias Dodi itu mengaku akan menjual kepada N (DPO). Keduanya diringkus pada Jumat (14/8) pukul 01.00 WIB.
AR menyebutkan, barang itu telah disimpan selama satu bulan di kampung halamannya Kerumutan, Kerinci, Pelalawan.
"Jadi waktu itu M punya utang Rp5 juta, karena nggak bisa bayar dan ditagih nggak juga diberi, jadinya saya diberi senpi untuk dijual seharga Rp4 juta kepada N," ucapnya saat ekspose di Polsek Tampan, Selasa (18/8).
Untuk diketahui, baik AR maupun M merupakan pedagang di pasar kaget yang berada di Kerinci. Sejak terikat hutang, M kabur. Lalu, memberikan senpi dengan jaminan dapat dijual Rp4 juta dengan pembeli yaitu N.
Hal itu dipertegas Kapolres Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita mengatakan, senpi tersebut merupakan jenis rakitan.
"Barang tersebut didapat dari Palembang berinisial M (DPO) yang memiliki hutang kepada AR. Lalu, AR mengajak ADM untuk menjual kepada N (DPO)," ucapnya. (sof)
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…