PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Insiden seorang ibu yang gantung diri dengan diduga melakukan pembunuhan terhadap dua anaknya masih terus diselidiki polisi. Rumah duka yang berada di Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, pun telah dipasang garis polisi pada Selasa (17/11) pagi.
Di sana tampak dari Satreskrim Polresta Pekanbaru, Unit Reskrim Polsek Tenayan Raya, dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau pun turun ke lokasi. Ini merupakan kedua kalinya setelah kejadian pada Senin (16/11) sore.
Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi mengatakan, perkembangan kasus ini setelah diperiksa suami korban PN (28) yaitu karena perselisihan rumah yang dihuni akan dijual.
"Ini baru penjelasan sepihak dari suami. Katanya, rumah itu akan dijual untuk usaha. Namun, sang istri tidak terima. Namun ini masih kami dalami," ucapnya.
Kapolsek menambahkan, suami korban bekerja sebagai karyawan swasta di sparepart mobil. Nah, untuk itu sang suami ingin mencoba untuk menambah ekonomi.
"Untuk keperluan kalau ekonomi mereka sekarang cukup. Tidak kekurangan. Sekarang suaminya ikut mengantarkan jenazah ke kampung. Nanti kami dalami lagi," paparnya.
Ditanya hasil otopsi kapan keluar? Hanafi menyebut, agar secepatnya. "Kami maunya secepatnya. Semoga saja segera keluar hasilnya. Yang jelas berbagai upaya kepolisian seperti olah TKP dan melakukan otopsi telah dilakukan," paparnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Juper Lumban Toruan menyebut, kuat dugaan dua orang balita tersebut diracun karena saat ditemukan korban mengeluarkan buih busa dari mulutnya. "Dugaan sementara diracun. Namun, untuk hasil pastinya kami menunggu hasil identifikasi dari Rumah Sakit Bhayangkara," katanya.
Sementara itu pengamat kriminologi Syahrul Akmal mengatakan bahwa di dalam kriminolog itu terdapat anomi atau rumitnya masalah yang dialami seseorang. Kemudian, tidak mempunyai jalan keluar.
"Dengan begitu mereka akan menampung sistem adaptasi untuk menyelesaikan. Salah satunya yang paling radikal adalah mengakhiri dari kehidupan itu. Artinya, orang bunuh diri mengalami hal seperti itu," ungkapnya.(sof)
PTPN IV PalmCo menegaskan komitmen kemitraan sawit berkelanjutan bersama petani binaan melalui akselerasi program Peremajaan…
Sebanyak 38 calon jemaah umrah di Riau gagal berangkat ke Tanah Suci akibat travel PT…
Bupati Rohul Anton menegaskan Gerakan Pramuka harus tetap menjadi garda terdepan pembentukan karakter generasi muda…
Satpol PP Kota Pekanbaru menegaskan penertiban lokasi prostitusi dan bioskop mini dilakukan secara rutin tanpa…
PSPS Pekanbaru berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang FC lewat gol tunggal Dimas…
Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu mencatat lonjakan kasus ISPA hingga 137 persen sepanjang Agustus-September 2026…