Categories: Hukum Kriminal

Penggeledahan DPRD Pekanbaru Berujung Tersangka, Honorer Diamankan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penggeledahan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru berujung pada penetapan satu orang tersangka. Seorang tenaga honorer Sekretariat DPRD Pekanbaru berinisial JA ditetapkan sebagai tersangka meski tidak termasuk dalam sasaran utama penggeledahan.

Penggeledahan yang dilakukan pada Jumat (13/12) tersebut berkaitan dengan dugaan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif serta belanja makan dan minum di DPRD Pekanbaru. Namun dalam prosesnya, penyidik menilai JA telah melakukan tindakan yang menghambat jalannya penyidikan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pekanbaru, Niky Junismero, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan adanya perintangan saat penggeledahan berlangsung.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah tim menemukan hambatan dalam proses penggeledahan,” ujar Niky, Sabtu (13/12).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal, terdapat stempel yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut berada di dalam sebuah sepeda motor yang terparkir di lingkungan kantor DPRD. Namun saat dimintai keterangan, JA tidak mengakui bahwa motor tersebut miliknya.

“Berdasarkan alat bukti yang kami terima, keterangan saksi, serta bukti surat, motor tersebut diketahui merupakan miliknya,” jelas Niky.

Penyidik kemudian melakukan upaya paksa dengan membuka bagasi motor menggunakan bantuan tukang kunci. Dari hasil penggeledahan, ditemukan puluhan stempel milik berbagai instansi pemerintahan serta uang tunai dalam jumlah besar.

“Kami menemukan 38 stempel dari berbagai dinas pemerintahan, baik dari Provinsi Sumatra Barat, Kabupaten Batusangkar, Batam, dan lainnya. Selain itu, juga ditemukan uang tunai sebesar Rp49,9 juta,” ungkap Niky.

Atas temuan tersebut, penyidik melakukan gelar perkara. Hasilnya, JA resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Ia dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru untuk kepentingan penyidikan.

“JA ditetapkan sebagai tersangka sesuai Pasal 21 dan 22 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 12 tahun. Langsung kami lakukan penahanan,” tegas Niky.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung, belum dapat dimintai keterangan. Dua nomor ponsel yang biasa digunakan tidak aktif sejak penggeledahan dilakukan oleh penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru. (end)

Redaksi

Recent Posts

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

11 jam ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

11 jam ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

11 jam ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

11 jam ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

12 jam ago

Kebakaran Hebohkan Jalintan Pekanbaru-Bangkinang, Empat Ruko Ludes!

Kebakaran melanda empat bangunan usaha di Rimbo Panjang, Kampar. Tidak ada korban jiwa, penyebab masih…

12 jam ago