Categories: Hukum Kriminal

Polisi Amankan 19,5 Ton Pupuk Oplosan

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus berhasil membongkar praktek peredaran pupuk palsu.

Di mana, tersangka S alias A yang merupakan pedagang pupuk diamankan di sebuah ruko Jalan Imam Bonjol, Desa Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang Seberang,  Kabupaten Kampar. Bersama tersangka, polisi juga turut mengamankan sebanyak 19,5 ton atau ditaksir senilai Rp127 juta.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Dirkrimsus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi kepada Riau Pos, Kamis (10/6). Dikatakan Kombes Andri, pengungkapan berawal dari adanya laporan masyarakat tentang aktivitas penjualan pupuk oplosan. Bahkan diperoleh juga informasi banyak petani yang gagal panen akibat menggunakan pupuk yang dijual oleh tersangka S.

"Berdasarkan informasi masyarakat tersebut penyelidik unit 2 Subdit I Direktorat Reskrimsus Polda Riau melakukan pendalaman. Selanjutnya tim unit 2 Subdit I Dit Reskrimsus polda Riau melakukan pengecekan di sebuah ruko tempat tersangka berjualan," ujar Kombes Andri.

Dari hasil pengecekan tersebut kemudian ditemukan adanya pupuk dalam karung polos tanpa merek ukuran 50 kg dan pupuk yang sudah diganti dari karung polos ukuran 50 kg ke dalam karung pupuk merk Mahkota dengan jenis KCL, TSP dan NPK ukuran 50 kg. Dari hasil pemeriksaan awal diketahui  bahwa terhadap pupuk tersebut diedarkan dan diperdagangkan oleh tersangka S alias A.

Masih diceritakan Dirkrimsus, tersangka S mengaku sudah beroperasi sejak tahun 2018. Pupuk dalam karung tanpa merek di dapat dari Provinsi Sumbar dengan harga Rp135 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk tanpa merek itu yang kemudian dipindahkan ke dalam karung merek Mahkota jenis KCL, TSP dan NPK ukuran 50 kg.

Tersangka kemudian menjual pupuk yang sudah dioplos ke berbagai toko dan petani di Kabupaten Kampar dan Siak dengan harga yang jauh lebih murah dari harga aslinya.

"Dalam perkembangan penyidikan, sesuai dengan hasil laboratorium ternyata pupuk yang dioplos tersebut tidak memenuhi standar mutu dan kandungan unsur hara sesuai dengan apa yang tertera pada label karung pupuk merek Mahkota alias pupuk palsu," terangnya.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap pelaku adalah Pasal 122 Jo Pasal 73 Undang-Undang Republik Indonesia No.22/2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan Jo Permentan Republik Indonesia No.36/PERMENTAN/ SR/ 10/2017 tentang Pendaftaran Pupuk An-Organik dan atau pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat (1) Huruf e dan f Undang-Undang Republik Indonesia No.8:1999 tentang Perlindungan Konsumen.(nda)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

10 Jalur Lolos ke Hari Ketiga, Pacu Jalur Rayon II Disaksikan Ribuan Penonton

Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…

13 jam ago

Suhardiman Amby Terima Dua Penghargaan Nasional Langsung dari Menteri Agama

Bupati Kuansing Suhardiman Amby menerima dua penghargaan dari Menteri Agama RI pada pembukaan MTQ Riau…

14 jam ago

Mahasiswa ITB Indragiri Bikin Agroeduwisata, Pengunjung Bisa Petik Melon Langsung

Mahasiswa ITB Indragiri mengembangkan agroeduwisata melon madu di Rengat. Selain menjadi tempat belajar, lokasi ini…

14 jam ago

Sempat Hilang Saat Mancing, Riki Ditemukan Tak Bernyawa di Danau PLTA Koto Panjang

Pemancing bernama Riki ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang. BPBD mengimbau…

14 jam ago

Hari Pertama Pacu Jalur Rayon II Berlangsung Meriah, 10 Jalur Lolos ke Babak Ketiga

Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Ribuan penonton hadir, sementara…

1 hari ago

Ribuan Peserta Tumpah Ruah, Pawai Taaruf MTQ Riau Bikin Teluk Kuantan Macet Total

Pawai taaruf MTQ Riau ke-44 di Teluk Kuantan berlangsung meriah. Sebanyak 17 ribu peserta dan…

1 hari ago