PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Setelah sepuluh bulan melarikan diri lantaran melakukan pencurian di rumah tetangganya, akhirnya pria berinisial RG alias Rizal (23) diringkus. Pria yang bekerja sebagai supir itu diamankan pada Sabtu (31/10) pukul 21.00 WIB di salah satu warung yang berada di Jalan Sepakat, Tenayan Raya.
Kapolsek Tenayan Raya, Kompol M Hanafi kepada Riau Pos, Ahad (1/11) mengatakan, barang-barang hasil curian dijual pelaku ke penampung. "Kerugian korban Rp4,2 juta. Sementara barang curian tersebut, dijual pelaku RG senilai Rp1 juta. Semua hasilnya untuk beli sabu," terangnya.
Adapun kronologi kejadian, pada 31 Januari 2020, korban Rumsara (42) yang sehari-hari berdagang pulang ke rumah yang ditinggalnya. Namun, pintu rumahnya sudah dalam keadaan rusak.
Isi dalam rumah pun berantakan. Tak hanya itu, barang-barang miliknya seperti televisi, tiga tabung gas dan kipas angin sudah tidak ada lagi. Selanjutnya, korban mencoba mencari tahu dari mana maling itu masuk.
"Rupanya maling itu masuk melalui plafon dan kemudian keluar melalui pintu depan dengan cara dirusak. Korban yang merasa dirugikan kemudian melapor ke Polsek," ujarnya.
Hanafi sebut, mengetahui adanya kemalingan di sekitar rumah, salah satu tetangga korban Rusdi melihat pelaku RG tepatnya pukul 02.00 WIB. Kemudian, secara bersama-sama menemui rumah orang tua pelaku. Ternyata, RG sudah pergi entah kemana.
Atas kejadian itu, RG dijerat pasal 363 KUHPidana. Kini, RG resmi menjadi tahanan Polsek Tenayan Raya dengan hasil urine positif konsumsi narkotika.(sof)
BNPB menambah satu helikopter water bombing di Riau. Kini tersedia enam armada udara untuk memperkuat…
IKTS dan P3KPI Pekanbaru berkolaborasi dengan DJP Riau untuk mengedukasi pelaku UMKM terkait penerapan PP…
Polisi mengamankan dua terduga pelaku dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap remaja 14 tahun di…
Dishub Pekanbaru menerapkan rekayasa lalu lintas dan memperpanjang CFD untuk mendukung pemecahan rekor MURI Kue…
Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Negeri Riau resmi ditutup. Sekolah kini memverifikasi berkas peserta sebelum…
DJP menyoroti status dana hibah MBG yang berpotensi menimbulkan risiko pajak. Di saat yang sama,…