Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) yang mengenakan kaos bergambar wajah pemimpin BJP yang juga Perdana Menteri India Narendra Modi berjalan melewati penimbunan foto Modi di Varanasi, Rabu (24/4/2024). (Niharika KULKARNI / AFP)
NEW DELHI (RIAUPOS.CO) – Pernyataan Perdana Menteri India Narendra Modi tentang umat Islam mendapat berbagai hujatan. Pada Ahad (21/4), Modi menyebut umat Islam (muslim) di India sebagai penyusup yang memiliki banyak anak dan pencuri. Komentar itu dikecam oposisi India.
Dilansir dari Times of India, pada rapat umum di Rajasthan, Modi menyerang oposisi India, Partai Kongres. Dia menyebut, jika Partai Kongres menang pemilu, kekayaan India akan diberikan ke umat Islam. ’’Mereka akan memberikan itu kepada para penyusup. Apakah menurut Anda uang yang Anda kumpulkan harus diberikan kepada para penyusup?’’ kata Modi.
Presiden Partai Kongres India Mallikarjun Kharge menggambarkan pernyataan Modi sebagai ujaran kebencian. Sementara, Juru Bicara Partai Kongres Abhishek Manu Singhvi menegaskan keberatan atas komentar Modi terhadap umat Islam di India.
Partai Kongres melaporkan tindakan Modi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Senin (22/4). Dia dilaporkan dengan tuduhan melanggar peraturan yang melarang kandidat terlibat dalam aktivitas apa pun yang memperburuk ketegangan agama. Kode etik KPU melarang kandidat menggunakan perasaan kasta atau komunal untuk meraih suara. ’’Sejak 2002 hingga hari ini, satu-satunya jaminan Modi adalah melecehkan umat Islam dan mendapatkan suara,’’ kritik Presiden Partai Majlis-e-Ittehad-ul-Muslimeen Asaduddin Owaisi.
Modi yang notabene seorang nasionalis Hindu berkali-kali dikritik. Pimpinan Partai Bharatiya Janata (BJP) itu kerap dituduh memupuk intoleransi agama dan terkadang kekerasan. BJP membantah tuduhan tersebut dengan menyebut kebijakannya menguntungkan rakyat India. Pemungutan suara pemilu India dimulai sejak Jumat (19/4) dan berlangsung selama enam minggu. Data survei memprediksi Modi dan BJP menang. Hasil pemilu India akan keluar pada 4 Juni.(dee/bay/esi)
Laporan JPG, New Delhi
Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…
Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…
KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…
BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…
Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…
Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…