(dok.riaupos.co)
LONDON (RIAUPOS.CO) – Ekonomi Inggris tergelincir ke jurang resesi. Itu setelah pertumbuhan ekonomi tercatat minus 0,3 persen pada kuartal IV-2023 yang dirilis, Kamis (15/2).
Pada kuartal III, ekonomi negara itu terkontraksi 0,1 persen. Artinya, resmi resesi karena pertumbuhannya minus dua kuartal berturut-turut. ‘’Semua sektor utama melemah pada kuartal ini, dengan manufaktur, konstruksi dan perdagangan grosir menjadi penghambat utama pertumbuhan,’’ ujar Direktur Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris Liz McKeown dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN.
Kondisi tersebut menjadi kinerja terburuk sejak 2009. Di mana, saat itu perekonomian masih belum pulih dari krisis keuangan global.
Sementara itu, dilansir CNBC, Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt mengatakan, inflasi yang tinggi masih menjadi penghalang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Inggris. Sehingga, memaksa Bank of England untuk mempertahankan suku bunga tinggi dan menghambat pertumbuhan ekonomi Inggris. ‘’Tetapi ada tanda-tanda perekonomian Inggris mulai membaik,’’ ujarnya.(dio/jpg)
Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…
Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…
Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…
Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…
Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…
Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…