Categories: Internasional

Israel Dituding Lakukan Pembantaian

GAZA (RIAUPOS.CO) – ’’OPERASI militer di Rafah bisa berujung pembantaian di Gaza.’’ Kalimat itu adalah penggalan unggahan Wakil Sekjen Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat PBB Martin Griffiths di akun X miliknya, Rabu (14/2). Operasi kemanusiaan yang sudah rapuh saat ini bisa tamat jika serangan terus terjadi. Itu disebabkan PBB kekurangan jaminan keselamatan, pasokan bantuan, dan kapasitas staf untuk menjaga operasi tersebut tetap berjalan.

’’Tidak ada dedikasi dan niat baik yang cukup untuk membuat jutaan orang tetap hidup, diberi makan, dan dilindungi, sementara bom berjatuhan dan bantuan terhenti. Respons kemanusiaan kita compang-camping,’’ tegasnya.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memang belum menyerang Rafah dari jalur darat, tapi serangan udara telah beberapa kali dilakukan. Korbannya sudah ratusan orang. Kemarin serangan udara dilakukan di berbagai penjuru Jalur Gaza, termasuk di Khan Younis.

Perang tidak akan berhenti dalam waktu dekat karena belum ada kesepakatan gencatan senjata yang tercapai. Perundingan yang melibatkan AS, Mesir, Israel, dan Qatar dalam membahas gencatan senjata di Gaza pada Selasa (13/2) berakhir buntu.

Di saat bersamaan, kekejian Israel kian menjadi-jadi. Mereka menebar pamflet meminta agar warga Palestina yang berlindung di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis untuk pergi. Ada ribuan pengungsi yang berlindung di satu-satunya fasilitas kesehatan yang masih beroperasi tersebut. Israel telah menghancurkan hampir seluruh rumah sakit di Gaza.

Pada saat bersamaan, penembak jitu IDF menembaki orang-orang yang masih berada di RS tersebut. Tiga orang dilaporkan tewas dan 10 lainnya luka. Ada kekhawatiran IDF akan menyerbu RS itu. Militer Israel menuduh Hamas melakukan aktivitas militer di halaman RS dan menggunakan kompleks tersebut untuk menyandera.

New York Times melaporkan, klaim Israel tersebut tidak dapat diverifikasi. Namun, itu kian mengisyaratkan bahwa IDF sengaja menjadikan RS sebagai sasaran. Sebelumnya, sudah ada RS Al Shifa yang diperlakukan serupa. Modusnya sama, didahului dengan serangan militer ke RS dan sekitarnya dengan dalih ada anggota Hamas di dalamnya.

’’Kami menuntut penghentian segera semua aktivitas militer di area rumah sakit dan segera meninggalkan operasi militer dari sana,’’ bunyi pernyataan IDF. Mereka menyuruh warga sipil berlindung di tempat yang lebih aman di Gaza Selatan dan Tengah. Padahal, IDF juga menjatuhkan bom di wilayah yang diklaim aman tersebut.

Kepala Bedah di Rumah Sakit Nasser Nahed Abu Taeema mengatakan bahwa ledakan akibat serangan udara semakin dekat dengan RS dan kian intens selama beberapa hari terakhir. ’’Tapi, kami tidak akan meninggalkan RS tanpa pasien kami,’’ ujarnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemarin mengatakan bahwa sejak November, hanya 40 persen dari misi pengiriman bantuan ke Gaza Utara yang telah difasilitasi. Sejak Januari, persentasenya bahkan jauh lebih rendah. Setali tiga uang, bantuan ke Gaza Selatan hanya terealisasi 45 persen. ’’Misi-misi ini telah ditolak, dihalangi, atau ditunda,’’ ujar Rik Peeperkorn, perwakilan WHO untuk wilayah pendudukan Palestina, seperti dikutip The Guardian.(sha/bay/esi)

Laporan JPG, Gaza

Redaksi

Share
Published by
Redaksi
Tags: gazaisrael

Recent Posts

Kendalikan Harga, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar di Pekanbaru

Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…

17 menit ago

Hati-Hati! Lubang di Flyover Sudirman Ancam Pengendara

Lubang di flyover Sudirman Pekanbaru membahayakan pengendara dan berisiko picu kecelakaan, warga minta segera diperbaiki.

28 menit ago

TKA SD Dimulai! 19.709 Murid Pekanbaru Ujian Berbasis Komputer

Sebanyak 19.709 siswa SD di Pekanbaru mengikuti TKA yang digelar bertahap di 311 sekolah dengan…

46 menit ago

Investasi Rp300 Miliar Masuk Siak, Ratusan Warga Siap Direkrut

Galangan kapal PT MNS di Siak mulai dibangun dengan investasi Rp300 miliar dan diperkirakan menyerap…

56 menit ago

438 CJH Pekanbaru Siap Berangkat, Wako Agung Bakal Lepas Kloter Perdana Jemaah Haji

Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…

3 jam ago

Tragis! Minibus Seruduk Truk Mogok di Tol Permai, Sopir Tewas di Tempat

Kecelakaan di Tol Permai libatkan minibus dan truk mogok, satu tewas dan tiga luka berat.…

13 jam ago