Categories: Internasional

Senator AS Tekan Biden Desak Wujudkan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

WASHINGTON (RIAUPS.CO) – DESAKAN supaya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ikut cawe-cawe menciptakan perdamaian di Gaza terus bermunculan. Tekanan kini muncul dari para anggota parlemen. Mereka mendesak Biden segera ikut andil membawa perdamaian di Gaza.

Suara Parlemen AS itu di antaranya disampaikan oleh Chris Coons. Senator dari Delaware sekaligus politisi Partai Demokrat itu terus menyuarakan supaya pemerintah AS bertindak langsung untuk meringankan penderitaan warga sipil di Gaza. Kolega Biden itu juga meminta pemerintah AS bergabung dalam seruan memotong bantuan militer ke Israel jika tidak setuju dengan upaya gencatan senjata.

Coons selama ini aktif menyerukan penghentian bantuan militer kepada Israel. Khususnya jika Israel benar-benar mengalihkan serangan ke selatan Rafah. ’’Karena ada satu juta warga sipil yang berlindung di sana,’’ katanya seperti dilansir Associated Press (AP), Rabu (6/3).

Desakan supaya pemerintah AS menghentikan pengiriman senjata ke pihak Israel juga disuarakan senator kawakan Bernies Sanders. Dia terus mendesak supaya pengiriman sejata dihentikan. Di tengah terus bombardir serangan yang dilakukan Israel ke Gaza.

Senator independent dari Vermont itu menyuarakan desakan penghentian pengiriman senjata merujuk dari hasil jajak pendapat YouGov. Hasil dari jajak pendapat itu adalah, sekitar 52 persen warga AS setuju bahwa pemerintahan mereka harus menghentikan pengiriman senjata ke Israel. ’’Saya setuju. Seharusnya tidak ada lagi uang AS untuk mesin perang (Perdana Menteri Israel) Netanyahum’’ katanya seperti disampaikan Al Jazeera.

Sikap Presiden Biden sendiri sejatinya sudah jelas. Sejak bulan lalu dia menyampaikan bahwa sikap Israel di Gaza itu sudah berlebihan. Biden pun telah mendelegasikan misi gencatan senjata itu kepada Wakil Presiden Kamala Harris. Di mana, AS meminta agar dilakukan gencatan senjata 6 minggu selama Ramadan, termasuk juga pertukaran sandera kedua belah pihak.

Pihak Hamas merespon desakan dari AS tersebut. Melalui pernyataan resminya, Hamas menegaskan bahwa sikap mereka terbuka dan fleksibel atas berbagai opsi gencatan senjata. Di sisi lain, kelompok pejuang Palestina itu menilai Israel-lah yang selama ini menghindari upaya untuk menghentikan perang itu.

’’Kami akan terus bernegosiasi melalui mediator untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi tuntutan dan kepentingan rakyat kami,’’ kata Hamas dalam sebuah pernyataan. Tuntutan Hamas selama ini adalah gencatan senjata permanen, pemulangan warga Palestina dari pengungsian di Gaza ke rumah mereka, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan masuknya bantuan kemanusiaan.

Tekanan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak hanya terkait desakan gencatan senjata. Kemarin, dikutip Al Jazeera, diungkap hasil penyelidikan kasus 2021, terkait ziarah warga Yahudi di makam seorang rabi di Gunung Meron. Sebanyak 45 peziarah dilaporkan tewas dalam peristiwa kerumunan massa tersebut.(wan/bay/esi)

Laporan JPG, Washington

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago