Categories: Internasional

Warga Palestina Terpaksa Minum Air Kotor

GAZA (RIAUPOS.CO) – WARGA Palestina yang berada di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utama dikabarkan kekurangan air bersih. Warga disana berbondong-bondong membawa wadah plastik untuk mengantre di dekat truk tangki air, namun tidak mendapatkan air bersih, Rabu (31/1).

Truk dengan tangki air tersebut memiliki kapasitas yang terbatas dan tidak bisa menyediakan air untuk ratusan warga Gaza yang telah menghabiskan berjam-jam waktu mereka untuk menunggu pasokan bantuan air bersih setiap harinya.

Di sekitar area kamp warga Palestina berkerumun di sekitar salah satu saluran air yang dihancurkan oleh tentara Israel dan mencoba untuk mengisi saluran air langsung dari sana. Salah satu warga Palestina bernama Karam Abu Nada sedang menunggu giliran untuk mengisi air dari pipa yang telah hancur.

Karam mengatakan bahwa para penghuni kamp berkumpul untuk mengambil air meskipun air sudah terkontaminasi. Ia mengatakan kepada Anadolu jika mereka biasanya menggunakan air yang udah tercemar untuk mencuci, membersihkan, dan memasak. Tak jarang, ia juga menuturkan terkadang mereka juga harus menunggu hingga 10 hari untuk bisa mendapatkan air tersebut.

Warga Gaza terpaksa menjatah konsumsi air lantaran hanya tersedia di beberapa hari sekali. Selain itu juga mereka meminimalkan jumlah dari yang digunakan untuk kebutuhan seperti mandi, mencuci piring, dan membersihkan.

Selanjutnya, Karam juga mengatakan air yang tercemar sangat berdampak pada mereka, terutama pada anak-anak, dan bisa menyebabkan penyakit usus hingga kulit di tengah kurangnya obat-obatan untuk mengobati mereka.

Selain Karam Abu Nada, warga Palestina berusia 50 tahun, dari Kota Gaza, Raed Radwan menuturkan keluarganya terus menerus menghadapi masalah krisis air. ‘’Kami memperoleh air dengan mengisi beberapa galon plastik dari salah satu klub di wilayah tempat kami tinggal, yang memompa air dari sumur pribadi setiap 3-4 hari sekali karena kekurangan bahan bakar,” tutur Radwan.

PBB sudah berulang kali memperingatkan penyebaran penyakit akibat dari krisis air yang melanda Palestina, ditambah dengan kurangnya perlengkapan kebersihan.

“Orang-orang di Gaza hidup dalam bencana, mereka rentan terhadap kematian karena kelaparan, kekurangan gizi, kehausan, atau karena peluru, cedera, dan bangunan runtuh di atas mereka,” kata Juru Bicara Organisasi Kesehatan Dunia Christian Lindmeier kepada Anadolu.(esi)

Laporan JPG, Gaza

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

18 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

18 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

19 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 hari ago