DOKUMEN RIAUPOS.CO
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Layanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terutama untuk persalinan sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu warga berharap Puskesmas di Pangkalan Kerinci bisa merealiasasikan harapan warga tersebut. Jika jam kerja biasa tak bisa melayani kasus melahirkan terutama di malam hari.
“Ya kami warga sangat berharap keada Pemkab dan Dinkes Pelalawan kiranya adalah hendaknya Puskesmas yang bisa memberikan layanan 24 jam karena hal ini penting terutama bagi ibu-ibu hamil yang tak bisa diprediksi melahirkan hanya pada jam kerja Puskesmas saja,” ujar Ratmi warga Pangkalan Kerinci menjawab Riau Pos, belum lama ini.
Menurutnya ibu-ibu hamil yang melahirkan terutama di tengah malam maka bila tidak ada layanan Puskemas terdekat tentu menjadi kendala tersendiri agar mendapatkan perawatan terbaik dari persalinan yang dilakukan.
“Semoga aspirasi warga ini dapat direalisasikan oleh yang berwenang, harapnya.
Puskesmas ‘Berseri’ Pangkalan Kerinci menyatakan kesiapannya menjadi Puskesmas yang siap melayani khusus persalinan bagi ibu hamil selama 24 jam. Kesiapan itu didukung pula dengan 102 tenaga medis, 42 diantaranya adalah bidan. Namun rencana ini pesimis dilaksanakan dalam waktu dekat, jika kondisi bangunan Puskesmas tidak direhab dan direnovasi.
“Kita memang siap menjadi Puskesmas yang melayani khusus persalinan selama 24 jam. Karena untuk tenaga medis kita sudah lebih dari cukup, bahkan rencananya akan terus bertambah. Selain itu sasarannya juga sangat besar, karena selama ini layanan persalinan bagi masyarakat dari pemerintah hanya dari RSUD Selasih ditambah balai pengobatan swasta lainnya,” terang Kepala Puskesmas Pangkalan Kerinci, Krisrina AMd.Keb, Jumat (24/5) kemarin.
Hanya saja, sambung Kepala Puskesmas yang akrab disapa Bidan Tina ini, rencana tersebut nampaknya bakal terkendala, karena tidak didukung oleh fisik bangunan Puskesmas yang mengalami banyak kekurangan.
“Kondisi bangunan Puskesmas sendiri yang belum memungkinkan untuk melaksanakan pelayanan persalinan 24 jam. Kita sangat minus ruangan. Sekarang saja ada satu ruangan dijadikan beberapa poli. Nah tentunya dengan kondisi seperti ini bagaimana pula harus melayani pasien yang hingga saat ini rata-rata kunjungannya 100 orang perhari, meski kita memiliki bidan yang boleh dikatakan lengkap,” bebernya.
Agar rencana itu terealisasi, sebut Bidan Tina, sudah sejak beberapa tahun lalu pihak Puskesmas sudah mengajukan rencana renovasi terhadap bangunan Puskesmas, namun belum terealisasi.
“Tidak hanya saat saya jadi pimpinan Puskesmas saat ini yang mengajukan rehab dan renovasi, tapi pimpinan sebelumnya juga sudah mengajukan program yang sama, tapi saya tidak tahu kenapa belum terealisasi.
“Jadi kami sangat mendambakan renovasi Puskesmas, selain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat juga untuk kenyamanan pegawai yang berkerja. Untuk itu, kita sangat mengharapkan Pemkab Pelalawan melalui instansi terkait dapat melakukan renovasi Puskesmas ini,” ujarnya. (amn)
Ratusan mahasiswa Unri menggelar demo di Kantor Gubernur Riau. Mereka menuntut pendidikan gratis 12 tahun…
Pemkab Kuansing melarang truk angkutan berat melintas Telukkuantan 17-24 Agustus selama Pacu Jalur 2026 demi…
Sebanyak 15 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Bangkinang…
PT Asialand dinyatakan pailit. Kurator mulai mendata aset, sementara nasib pemilik The Peak dan kreditur…
Kasus kelebihan bayar seragam SMAN di Riau memasuki pemeriksaan disiplin. PNS yang terbukti melanggar terancam…
Monyet yang ditangkap usai menyerang warga Tembilahan negatif tiga penyakit zoonosis, tetapi masih menjalani observasi…