(DOK.RIAUPOS.CO)
Assalamualaikum Wr, Wb. Kepala PLN Wilayah Inhu. Mohon kiranya tidak terjadi pemadaman listrik terutama selama bulan suci Ramadan 1445 H. Kira-kira apa program yang disiapkan PLN mengantisipasi pemadaman listrik?
08217421XXX
RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Inhu umumnya dan Rengat khususnya berharap listrik dapat stabil dan tidak padam selama bulan suci Ramadan. Apalagi dalam malam bulan suci Ramadan ada banyak kegiatan ibadah dana amaliah Ramadan yang dilakukan dan tentu saja memerlukan energi listrik.
“Kita sangat berharap selama bulan suci Ramadan 1445 H tidak ada pemadaman listrik sehingga kegiatan dan amaliyah Ramadan dapat berjalan lancar,” ujar Andi warga setempat. Dengan demikian semarak malam bulan suci Ramadan dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.
Merespon hal itu PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rengat sudah mendirikan sebanyak 34 posko untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri 1445 H mendatang. Bahkan, selama puasa Ramadan hingga Idul Fitri, ada sebanyak 283 personil yang disiagakan.
“Terhitung sejak Ahad (10/3), personel dan posko penunjang kehandalan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri sudah mulai dioperasikan,” ujar Manager PLN UP3 Rengat, Suharno, awal pekan ini.
Menurutnya, 34 posko yang didirikan tersebar di tiga kabupaten wilayah kerja PLN UP3 Rengat yakni Kabupaten Inhu, Inhil dan Kuansing. Begitu juga dengan 285 personil yang disiagakan selama Ramadan hingga Idul Fitri mendatang. Secara rinci disampaikan Suharno, 34 posko itu berada di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rengat Kota sebanyak 7 posko. Kemudian di ULP Taluk Kuantan sebanyak 11 posko.
Selanjutnya, di ULP Kuala Enok sebanyak 7 posko, ULP Tembilahan sebanyak 6 posko dan ULP Air Molek sebanyak 3 posko. “PLN UP3 Rengat dalam pengoperasian listrik membawahi sebanyak 5 ULP,” ungkapnya.
Sedangkan sebanyak 283 personel yang disiagakan disebar di lima posko yang didirikan. Untuk ULP Rengat Kota ada sebanyak 50 personel, ULP Taluk Kuantan sebanyak 82 personel, ULP Kuala Enok sebanyak 49 personel, ULP Tembilahan sebanyak 39 personel dan ULP Air Molek sebanyak 18 personel.
Personel yang disiagakan sambungnya, disiagakan dan disiapkan dalam berbagai gangguan kelistrikan. Seperti, kejadian yang terjadi pada Ahad (10/3) kemarin. Dimana, tiang listrik di Desa Kelesa Kecamatan Seberida ditabrak mobil hingga menyebabkan terhentinya aliran listrik.
Penanganan tiang listrik yang ditabrak mobil tersebut oleh personel yang disiagakan dapat melakukan pekerjaan sesuai target. “Pagi ditabrak mobil, malamnya listrik sudah kembali normal,” ucapnya.
Lebih jauh disampaikannya, apabila terjadi gangguan listrik saat Ramadan, pelanggan dapat melapor kepada PLN menggunakan aplikasi PLN Mobile. Bahkan, melalui aplikasi PLN Mobile, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan kelistrikan mulai dari pembelian token, pembayaran rekening listrik, pasang baru, tambah daya, pasang sementara dan kebutuhan listrik lainnya.
Aplikasi PLN Mobile bisa di unduh melalui play store dan app store. “PLN sudah mengintegrasikan aplikasi PLN Mobile dengan Virtual Command Center (VCC) yang bisa merespons cepat keluhan pelanggan secara realtime dan transparan,” ujar Suharno.(kas)
Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…
Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…
Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…
Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…
DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…