Categories: Gaya Hidup

Sebelum Menikah, Miliki 4 Hal ini untuk Siapkan Mental

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menikah berarti memasuki langkah atau fase yang besar dalam hidup. Maka jangan terburu-buru, siapkan mental. Sebab momen sakral itu seharusnya hanya dilaksanakan sekali seumur hidup.

Bukan hanya soal usia, kesiapan mental fisik lahir batin juga penting sebelum memutuskan menikah. Sebelum mendapatkan surat nikah, orang harus belajar bagaimana menghadapi kehidupan rumah tangga nantinya. Jika tidak, pasangan berisiko untuk bertengkar hebat dan memulai pernikahan yang lemah sejak awal.

Menikah harus saling menikmati, bahagia dan langgeng. Pernikahan membutuhkan kerja sama dan usaha dari kedua pasangan. Berikut adalah beberapa nasihat untuk mempersiapkan mental sebelum pernikahan digelar seperti saran Pakar Hubungan dr. Susan Heitler, seperti dilansir dari YourTango, Senin (21/9).

1. Menahan emosional

Anak kecil sering marah, menangis, atau bahkan memukul saudara kandungnya. Orang dewasa, menjalani hidup mereka harus bisa lebih tenang. Orang dewasa yang terlalu emosional, terutama saat marah, harus belajar cara mengatasi kecenderungan yang agresif. Jika selalu meninggikan suara dan menjadi marah lebih dari sekali setiap beberapa bulan, maka nanti setelah menikah semuanya harus bisa terkendali.

2. Komunikasi

Berbicara dengan bijaksana dengan pasangan itu penting. Terutama ketika masalahnya adalah sesuatu yang membuat Anda tertekan. Dan mendengarkan dengan cara yang produktif, sangat penting dalam pernikahan. Berbicara dengan cara yang menyudutkan, kritis, atau menyakitkan akan membuat Anda berada dalam masalah pernikahan yang serius. Mengabaikan apa yang dikatakan pasangan bisa menyebabkan kesengsaraan pernikahan yang ekstrem.

3. Resolusi Konflik

Semua pasangan memiliki perbedaan. Pasangan yang sukses tahu bagaimana memulai dengan jalannya dan caranya dan berakhir dengan solusi bersama. Pasangan itu sendiri yang membuat mereka berdua merasa nyaman. Misalnya dari mulai mengatur masalah tempat tinggal, bagaimana menangani uang, dan bagaimana menjaga kehidupan intim, Anda harus berkompromi. Sebab Anda berdua akan hidup bersama.

4. Positif

Setiap kali berbagi senyuman, menertawakan lelucon pasangan, menyetujui komentar pasangan Anda, mengungkapkan penghargaan, berterima kasih kepada pasangan, atau mengungkapkan kasih sayang, maka sesungguhnya itu adalah sifat positif. Ingatlah bahwa pesta pernikahan itu dilaksanakan untuk satu hari. Tapi usia pernikahan sebaiknya bisa selamanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bangunan Bersejarah Rohul Dibersihkan, Pj Sekda Ajak Hidupkan Goro

Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…

17 jam ago

Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…

20 jam ago

30 Ton Ikan Mati, DPRD Minta DLH Transparan Soal Sungai Tapung

DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…

20 jam ago

BPNT Segera Cair di Meranti, 41 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…

20 jam ago

Mulai Jumat Ini, ASN Kuansing Kerja dari Kecamatan, Wajib Naik Sepeda!

Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…

20 jam ago

146 Peserta Berebut Beasiswa Penuh YPCR 2026, Ini Tahapan yang Harus Dilewati

146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…

21 jam ago