Categories: Gaya Hidup

Goliath Tigerfish, si Predator Ganas Air Tawar

Ikan predator yang terkenal ganas bukan hanya piranha. Ada satu lagi varian yang tak kalah garangnya. Namanya goliath tigerfish. Ikan dengan rahang kuat ini mampu memangsa incaran yang ukurannya sama besar dengan tubuhnya.

Laporan: Jawapos.com

MATANYA selalu awas menelisik sekitar. Di rahangnya tertanam deretan taring-taring tajam. Bagian atas dan bawah saling mengunci. Bisa dibayangkan, betapa mudahnya ikan ini saat mencabik-cabik mangsa yang menjadi incarannya.

Sekali gigit, goliath tigerfish bakal mengunci mangsanya. Lalu mengoyak tubuh mangsanya dengan mudah. Di alam bebas hewan sebuas buaya pun bisa jadi lawan yang seimbang dengannya.

Goliath tigerfish sudah digemari penggila ikan predator di Indonesia.

Keeksotisan ikan bernama latin Hydrocynus goliath tersebut tidak hanya menarik dari tampilan fisik yang ramping dengan sisik mengilap, tetapi juga nama besarnya sebagai monster air tawar.

Ikan itu bahkan pernah dilaporkan memangsa anak-anak buaya di habitat aslinya.

Aaron Putra Imanuel, salah satu penghobi ikan monster asal Surabaya, menyatakan bahwa goliath tigerfish berasal dari Afrika.

Sebarannya meliputi Sungai Basin, Sungai Lualaba, Danau Upemba, dan Danau Tanganyika.

’’Untuk di Indonesia, diimpor langsung dari luar, belum ada yang mengembangkannya di sini,’’ katanya.

Owner River Predator Surabaya itu menyebutkan, habitat goliath hampir sama dengan ikan payara.

Menyukai sungai yang berarus meski di bagian yang lebih tenang.

Paling gampang untuk membedakannya dengan payara adalah bentuk gigi. Jika payara memiliki sepasang taring yang menjulang di bagian rahang bawah, goliath tigerfish memiliki 32 gigi yang berderet dari depan ke belakang.

Ikan tersebut termasuk giant monster. Sebab, ukuran maksimalnya sampai 1,7 meter. ’’Namun, kalau di akuarium atau kolam, cenderung mengikuti luas tempatnya,’’ paparnya.

Ikan itu tergolong aktif. Rajin mondar-mandir dan bergerak menjelajah tempat tinggalnya. Mangsanya adalah ikan-ikan kecil.

Pemberian pakan tersebut dilakukan hingga ikan berukuran 30 sentimeter. ’’Tapi, tidak tertutup kemungkinan goliath berukuran 20 sentimeter sudah bisa makan makanan mati. Tapi, itu sangat-sangat jarang ditemui,’’ ujar Aaron.

Ikan goliath dikenal gampang kaget. Sangat sensitif terhadap gerakan.

Sebab, di dalam tubuhnya, ada kantong udara yang berfungsi seperti gendang telinga. Mampu mendeteksi getaran yang ditimbulkan mangsa atau musuh.

Responsnya sangat cepat saat ada gerakan di sekitar. Karena itu, bila tertarik memelihara goliath, penghobi harus memperhatikan setiap gerakan benda yang akan dimasukkan ke akuarium.

Jika dianggap musuh, ia akan lari cepat. ’’Yang banyak terjadi adalah ikan kaget dan lari menabrak akuarium. Akhirnya terluka. Nah, hal ini bisa membuat ikan menjadi sakit dan stres,’’ paparnya.

Ikan tersebut dikenal memiliki pandangan yang tajam pula. Matanya selalu fokus pada lingkungannya. Membantunya mengincar target mangsa yang hendak disantap.

Tidak heran dengan kelebihan itu, dia disebut sebagai ikan intelijen yang mampu mendeteksi musuh dan menyerang secepat kilat.

Harga yang dibanderol untuk satu ekor ikan goliath bervariasi.

Untuk ukuran 20 sentimeter dipatok Rp 1,5 juta–Rp 1,7 juta. Bergantung pada pasokan yang masuk ke Indonesia karena belum bisa dibudidayakan secara lokal.

Kunci memelihara goliath ada pada kebersihan akuarium. Pastikan air selalu bersih dan tidak banyak kandungan amoniak.

Aaron mewanti-wanti soal menempatkan ikan goliath lebih dari satu dalam ruangan terbatas. Meskipun, di alam aslinya, ikan itu bisa hidup berkelompok. Namun, di habitat lain, ia bisa jadi agresif bila bertemu ikan yang sama.

’’Karena itu, kalau mau memelihara lebih dari satu, perhatikan luas akuarium. Sehingga memiliki ruangan untuk meminimalkan kontak satu sama lain,’’ ucapnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ancelotti Buka Suara Usai Brasil Ditahan Maroko: Kami Terlalu Tegang

Brasil ditahan imbang Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026. Ancelotti menilai…

1 hari ago

Enam Bulan Tanpa Honor, Guru Bantu Kampar Datangi DPRD dan Tagih Kepastian

Puluhan guru bantu mendatangi DPRD Kampar untuk meminta kepastian pembayaran honor yang belum diterima sejak…

1 hari ago

Tragis! Perempuan 21 Tahun Tewas saat Bungee Jumping Diduga Karena Tali Belum Terpasang

Seorang perempuan berusia 21 tahun tewas saat bungee jumping di Brazil. Polisi menyelidiki dugaan kelalaian…

2 hari ago

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Sukses Taklukkan Dong Tian Yao

Alwi Farhan sukses menjuarai Australia Open 2026 setelah mengalahkan Dong Tian Yao dan mengakhiri periode…

2 hari ago

Pemkab Bengkalis Ajukan Kerja Sama e-Ticketing RoRo ke DPRD

Pemkab Bengkalis mengajukan kerja sama pengelolaan e-ticketing RoRo guna meningkatkan pelayanan, mengurangi antrean, dan mengoptimalkan…

2 hari ago

Peringati Hari Lingkungan Hidup, UIN Suska Riau Tebar Benih Ikan dan Perkuat Komunikasi Publik

UIN Suska Riau menggelar penebaran benih ikan dan penguatan komunikasi publik sebagai wujud kepedulian lingkungan…

2 hari ago