Pintar Bahasa Asing Jadi Gaya Hidup
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pergaulan kaum urban masa kini semakin luas. Bahkan dalam berbagai bidang, seperti untuk urusan bisnis maupun traveling ke luar negeri. Namun, untuk melakukannya tentu membutuhkan kemampuan bisa berbahasa asing.
Karenanya bahasa asing kini menjadi penting sebagai bagian dari gaya hidup untuk bisa saling terhubung. Mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa menjadi keterampilan yang pantas dikembangkan.
CEO Bahaso, startup Indonesia penyedia aplikasi dan website pembelajaran bahasa asing, Allana Abdullah mengatakan, kemampuan bahasa asing kini sudah semakin dibutuhkan dan menjadi bagian dari gaya hidup. Sebab, dunia global membuat semua orang terhubung dan lalu lintas dunia begitu cepat.
“Meningkatkan kontribusi dalam literasi digital dalam dunia pendidikan pada akhirnya meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Indonesia. Belajar bahasa asing yang lebih efektif, efisien, dan fleksibel,†tuturnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Terlebih lagi, kini segala sesuatunya semakin mudah dipelajari melalui dunia digital dan aplikasi. Untuk bisa berkuliah atau bekerja saja, milenial saat ini ditantang tak hanya bisa berbahasa asing tetapi juga mendapatkan nilai IELTS dan TOEFL yang memadai.
“Mengubah cara generasi muda belajar dan beradaptasi dengan globalisasi melalui teknologi komunikasi e-learning. Sekaligus menunjukkan eksistensi teknologi pendidikan Indonesia menuju inklusi digital,†katanya yang juga mewakili ITU Telecom World 2019 yang berlangsung di Budapest, Hungaria, 9-12 September 2019.
Senada dengan Abdullah, dalam laman Scoopbyte, disebutkan bahwa manfaat menjadi bilingual dalam masyarakat saat ini sangat besar. Tak hanya cerdas untuk akademis, tetapi juga bisa meningkatkan kesehatan.
1. Keuntungan dalam Pendidikan
Bilingual memiliki keunggulan dalam sistem pendidikan. Bisa berbahasa asing dapat membantu mereka di sekolah atau pendidikan lanjutan.
2. Membantu di tempat kerja
Saat ini perusahaan multinasional hadir di beberapa negara di dunia. Karenanya, manfaat menjadi bilingual di tempat kerja tidak terhitung jumlahnya. Bilingual juga memiliki peluang lebih besar untuk diterima kerja.
3. Manfaat Untuk Kesehatan
Bilingual juga dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Menurut penelitian dan bukti pendukung lainnya, telah ditemukan bahwa kemampuan bilingual dapat menunda kemungkinan penyakit Alzheimer dan demensia. Sehingga dapat mengurangi stres dan membantu pemulihan lebih cepat dari stroke.
4. Manfaat Kognitif
Manfaat kognitif pintar berbahasa asing akan memiliki ingatan yang lebih baik. Ini dapat meningkatkan kreativitas juga meningkatkan kesadaran metalinguistik. Seseorang lebih fokus dalam mendapatkan informasi.
5. Manfaat Sosial
Ada manfaat sosial pintar berbahasa asing. Kamu dapat menjelajahi suatu budaya dengan lebih baik dengan berbicara kepada orang yang berbeda dari budaya yang berbeda.
6. Membantu saat Bepergian
Nah, tren bepergian atau traveling saat ini semakin banyak disukai anak muda. Berbicara dalam bahasa asing saat bepergian dapat membantu. Kamu tidak memerlukan panduan atau mengalami kesulitan berkomunikasi. Hal ini tentu akan membuat pengalaman perjalanan lebih menyenangkan.
Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu