Categories: Riau

Warning, Jarak Pandang Perairan Meranti Berkisar 400 Meter

MERANTI (RIAUPOS.CO)-Dampak akabut asap yang disebabkan oleh Karhutla membuat jarak pandang di Kepulauan Meranti kian berkurang. Untuk status pelayaran di derah setempat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengluarkan status waspada kepada armada angkutan laut di sana.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Petugas Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ade, kepada Riau Pos. Menurutnya jarak pandang kian berkurang Sabtu (14/9/19).

“Untuk tansportasi laut masih berjalan normal seperti biasa. Menyikapi menurunnya jarak pandang, kami telah mengluarkan status siaga atau warning kepada seluruh awak kapal, agar lebih berhati-hati, ” ungkapnya.

Menurutnya, semula jarak pandang di perairan di Kepulauan Meranti masih berkisar 1 sampai dengan 2,5 Km. Namun saat ini, menurut Ade setelah melihat kondisi jarak pandang terkini menurun menjadi 400 sampai 700 meter.

“Walau demikian saya pastikan jika jarak pandang di Kepualuan Meranti yang saat ini berkisar 400 sampai 700 meter tidak berlangsung lama. Fluktuatif karena pengaruh angin laut dan darat yang masin berlaku di ke lima pulau, terlebih di Ransang dan Tebingtinggi,” ungkapnya.  

Terpisah, Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Suharto juga menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut, KSOP Selatpanjang telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh awak kapal.

“Kemunculan kabut asap ini membuat besarnya risiko kecelakaan pelayaran. Untuk menghindari hal tersebut kami, juga telah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh awak kapal,” ujarnya.

Dalam surat himbauan tersebut KSOP meminta pelaku pelayaran untuk senantiasa memantau kondisi cuaca dan jarak pandang.

Terlebih menurut Suharto, setiap aktifitas pelayaran berlangsung nakhoda harus terus mengaktifkan navigasi dan melengkapi kapal dengan alat keselamatan.

“Saat ini jarak pandang pelayaran masih aman, yakni berkisar dua mil dan belum begitu berbahaya. Tapi kami tetap menghimbau untuk nakhoda mengurangi kecepatan kapal, menghidupkan lampu navigasi pelayaran di siang hari, dan mengaktifkan radar kapal dan GPS,” ujar Suharto.
Laporan Wira Saputra
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

1 hari ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

1 hari ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

1 hari ago

SMAN 1 Kuantan Hilir Tumbangkan Runner Up HSBL 2025 di Laga Perdana

HSBL 2026 resmi dimulai di Telukkuantan dengan duel panas dua rival lama, SMAN 1 Kuantan…

1 hari ago

Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

Diskes Riau memastikan belum ada kasus hantavirus di Riau dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta…

1 hari ago

Bandara SSK II Tetap Normal saat Long Weekend, Belum Ada Lonjakan Penumpang

Aktivitas penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru saat long weekend Kenaikan Isa Almasih masih normal…

2 hari ago