Categories: Gaya Hidup

Jangan Campur Nitrogen dengan Angin Biasa pada Ban Kendaraan Anda

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tekanan angin sangat penting pada ban agar laju motor/mobil selalu stabil. Untuk itu, jangan sampai ban kekurangan angin saat digunakan. Ada dua pilihan untuk mengisi angin ban yaitu nitrogen atau angin biasa. Kedua jenis angin ini dapat ditemui dengan mudah, seperti di pom bensin atau bengkel pinggir jalan.

Nitrogen saat ini cukup digemari oleh sebagian pengendara, meskipun harga pengisiannya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan oksigen atau angin biasa.

Namun pada dasarnya, fungsi dari kedua angin ban tersebut hampir sama, tetapi ada beberapa sifat yang berbeda. Apa saja perbedaannya? Berikut penjelasannya.

Sebagi informasi perbedaan jenis angin juga mempengaruhi tingkat suhu ban. Tingkat suhu tersebut dihasilkan oleh partikel molekul dari angin yang mengisi ban. Semakin besar partikel molekul angin, semakin rendah suhu ban.

Partikel angin yang besar tersebut dimiliki oleh nitrogen. Oleh karena itu, peningkatan suhu yang dihasilkan oleh nitrogen tidak secepat angin biasa. Hal ini akan membuat suhu udara di dalam ban lebih stabil, sehingga resiko ban meletus akibat kepanasan otomatis berkurang.

Perbedaan berikutnya adalah terhadap daya tahan ban. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, suhu nitrogen yang lebih rendah dibandingkan dengan oksigen juga berdampak pada daya tahan ban.

Apalagi saat mobil sedang dipacu dengan kecepatan tinggi, suhu ban akan jadi lebih panas akibat bergesekan dengan aspal. Panas yang dihasilkan oleh gesekan tersebut dapat memperpendek umur ban. Suhu nitrogen yang lebih rendah daripada angin biasa membuat karet ban tidak cepat termakan oleh panas, sehingga ban jadi lebih awet.

Menggunakan angin nitrogen membuat tekanan ban lebih awet daripada menggunakan angin biasa. Karena molekul atau butiran nitrogen yang lebih besar tadi akan membuat angin lebih sulit keluar dari pori-pori ban.

Kurangnya tekanan angin ban dapat menghambat laju kendaraan, sehingga kinerja mesin jadi lebih besar dan tekanan ban pun lebih cepat berkurang. Sementara tekanan angin ban yang stabil akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar.

Tekanan angin ban yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan juga membuat ban menapak maksimal dengan permukaan jalan, sehingga laju kendaraan lebih stabil, dan ban pun jadi lebih awet.

Lalu, bagaimana jika kita mencampur nitrogen dengan angin biasa? Saat Anda mencampurkan nitrogen dengan angin biasa, tekanan angin ban mobil menjadi tidak stabil dan tekanannya bisa naik dengan cepat.

Bahkan melebihi tekanan ban yang diisi dengan oksigen. Bedanya bisa mencapai 3 Psi. Ini akan berbahaya bagi pengendara, karena ban memiliki tekanan angin maksimum yang sudah ditetapkan pabrikan.

Jika ban mendapatkan tekanan yang terlalu tinggi, ditambah beban mobil yang tidak terkontrol, serta dipacu dalam kecepatan tinggi, bukan tidak mungkin ban akan meledak secara tiba-tiba. Sehingga, ada baiknya kita tidak mencampur nitrogen dengan oksigen.

Jika ingin mengganti angin oksigen dengan nitrogen, ada baiknya kuras angin oksigen yang berada di dalam ban mobil sampai habis, setelah itu baru isi kembali dengan angin nitrogen agar tetap aman dan nyaman ketika berkendara.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Zakat ASN Pemprov Riau Capai Rp61 Miliar, Plt Gubri Pimpin Gerakan Berzakat

Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…

11 jam ago

Kabar Baik untuk ASN, Pemko Pekanbaru Bayar Gaji, THR hingga TPP Sekaligus

Pemko Pekanbaru mencairkan gaji, THR, TPP dan TPP ke-14 ASN sekaligus pada Maret untuk membantu…

13 jam ago

Jalan Parit Guntong–Pulau Kijang Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera

Warga keluhkan kondisi jalan Parit Guntong–Pulau Kijang di Inhil yang rusak dan berlumpur. Mereka berharap…

1 hari ago

Motif Cinta Segitiga, Terduga Pelaku Pembunuhan Guru di Dumai Meninggal Dunia

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan guru di Dumai meninggal dunia saat dirawat di RSUD setelah…

1 hari ago

Kolaborasi Dua Perusahaan Daikin, Roda-Roda Ramadan Bagikan 1.000 Paket Sembako

Daikin menyalurkan 1.000 paket sembako melalui program Roda-Roda Ramadan kepada masyarakat dan lansia sebagai bagian…

1 hari ago

Program Arabian Delight Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Menu Timur Tengah hingga Melayu Riau

Program buka puasa Arabian Delight di Aryaduta Pekanbaru diminati masyarakat. Tamu berkesempatan meraih hadiah umrah…

2 hari ago